Favorit 2 Lomba Menulis Esai

Berikut ini adalah artikel Favorit 2 Lomba Menulis Esai. Sebuah karya dari peserta Lomba Menulis Esai dalam rangka Sumpah Pemuda dengan tema Menjaga Karakter Pemuda di Era Kekinian.

Judul Esai : 0,88 Abad Sumpah Pemuda
Penulis : Dhila Ayu Wijayanti
Asal Sekolah : SMP Muhammadiyah 5 Ngawi
Ilustrasi Gambar : Sumpah Pemuda adakah dalam jiwa pemuda Indonesia.(Google)


Sumpah pemuda merupakan langkah awal pemuda pemudi dalam rasa senasib sepenanggungan. Mereka mempersatukan tekad untuk memerdekan tanah air kita Indonesia. Keputusan yang diambil pada Kongres Pemuda ke-2 tanggal 28 Oktober 1928 ini menegaskan bahwa terdapat cita-cita yang ingin diraih oleh para pahlawan kemerdekaan akan adanya tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia.

Lahirnya keputusan sumpah pemuda tidak terlepas dari upaya ingin mempersatukan organisasi-organisasi pemuda dalam suatu wadah. Kemudian lahirlah ide untuk mengadakan sebuah pertemuan guna merealisasikan upaya tersebut. Dalam pertemuan tersebut 3 poin dalam sumpah pemuda menjadi salah satu tonggak utama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Diharapkan bahwa sumpah pemuda ini dapat menjadi asas bagi setiap perkumpulan atau organisasi kebangsaan Indonesia pada waktu itu.

Selama lebih dari 350 tahun rakyat Indonesia berjuang jiwa dan raga untuk mempertahankan Indonesia. Sebagai generasi penerus kita tentunya memiliki kewajiban dalam melanjutkan perjuangan nenek moyang. Dalam misi yang berbeda, kita mempunyai tugas untuk memajukan Indonesia dan menjaga budaya yang telah mendarah daging di tubuh.

Sebagai kaum muda yang hidup serba berkecukupan kita seharusnya menyadari bahwa kemudahan yang didapat sekarang merupakan sebuah hasil nyata dari perjuangan pemuda pemudi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu kita harus memaknai hari Sumpah Pemuda dengan menjujung tinggi moralitas, budaya serta adat istiadat yang kita miliki. Kita merupakan sebuah tombak yang harus terus diasah agar menjadi tajam dan bisa membwa nama baik Indonesia dikancah internasional.

Di jaman elektronik yang semuanya serba canggih dan modern, moralitas dan adat istiadat mulai tergerus dan menghilang di telan peradaban. Orang Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang berbudi luhur dan bermoralitas tinggi nyatanya mulai menghilangkan unsur-unsur moralitas di dalam sendi kehidupannya. Tanpa disadari, hal ini akan menjadi salah satu penyebab tidak tercapainya sumpah pemuda, yang berarti kegagalan cita-cita para pemuda yang telah diperjuangkan dengan keringat dan darah hingga nyawa yang menjadi harga.

Terbiusnya kalangan muda dalam hiruk pikuk dunia barat, menjadikan mereka tak peduli soal apa yang menjadi amanat yang telah diembankan kepada kita semenjak lahir yakni menjaga kebudi luhuran dan warisan budaya yang kaya dari sabang sampai merauke. Salah satu aspek penting dalam amanat ini adalah stabilnya karakter anak bangsa.

Karakter. Karakter merupakan sebuah hal yang akan menjadi salah satu tiang penyangga dalam sebuah negara. Karakter inilah yang harus tetap kita jaga dalam era kekinian yang semuanya serba kekinian dan tak boleh ketertinggalan. Era kekinian yang haus akan kegilaan dan hilangnya kewarasan. Era kekinian yang serba eksistensi dan pengakuan sosial.

Namun meski banyak menimbulkan kontra, era kekinian membawa dampak positif kepada khalayak muda yang dapat berpikir luas. Mereka yang dapat memanfaatkan dengan baik bisa berprestasi dalam beberapa bidang yang muncul akibat era kekinian. Mereka inilah yang disebut Pahlawan Era Kekinian yang sebenarnya. Bukan malah orang-orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri demi sebuah pengakuan sosial yang sebenarnya hanyalah sebuah simbol belaka. Karakter bangsa yang berbudi luhur dan menjunjung tinggi moralitas mereka jaga dan mereka genggam dengan erat sebagai warisan tanpa tinta dari nenek moyang.

Sebagai contoh, seorang remaja yang ahli dalam bidang fotografi mempublikasikan foto yang diambilnya, berupa keindahan alam Indonesia di media sosial Instagram dengan tujuan agar banyak orang yang melihat kemudian datang ke tempat tersebut. Sehingga Indonesia semakin di kenal oleh dunia. Dari hobinya tersebut, remaja ini mendapat beberapa penghargaan karena mengikutsertakan foto yang diunggahnya. Yang tentunya dapat membuat bangga orang tuanya.

Demi mengantisipasi hilangnya makna sumpah pemuda dalam setiap karakter insane muda bangsa ini, maka kita harus mulai kembali menanamkan 3 aspek penting dalam karakter mereka yakni: kemoralitasan, kebudi luhuran, dan patriotisme serta nasionalisme.

Di 0,88 abad sumpah pemuda atau 88 tahun lamanya sumpah pemuda. Kita harus menyelaraskan antara karakter dan era kekinian dalam diri pemuda dan pemudi Indonesia. Agar sumpah pemuda yang menjadi tonggak utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia tetap menjadi tonggak utama dalam perjuangan memajukan dan mensejahterakan Indonesia.

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com