Petani Kasreman Rame – rame Menumpas Hama Wereng

Petani Kasreman Rame – rame Menumpas Hama Wereng. Foto-Suhadi


Serangan hama wereng yang begitu masif di sebagian besar persawahan wilayah Ngawi menjadi momok yang sangat mengkhawatirkan bagi para petani, lebih-lebih pada masa menjelang panen raya.

Berbagai upaya dan pencegahan telah dilakukan oleh semua pihak untuk meminimalisir segala akibat dari serangan hama wereng terhadap tanaman padi. Seperti yang kini sedang digalakkan oleh salah satu perusahaan obat-obatan pertanian Bioworld.

Kemarin, Jumat (03-02-2017) telah dilaksanakan penyemprotan massal terhadap wabah hama wereng tanaman padi agar bisa dibendung dan tidak semakin meluas. Kegiatan ini difasilitasi oleh Suhadi, penyuluh pertanian dari Bioworld dan mengajak beberapa kelompok tani untuk turut serta dalam aksi massal tersebut.

Petani Kasreman Rame – rame Menumpas Hama Wereng. Sedikitnya 20 petani di desa Kasreman Kecamatan Geneng secara serentak memanggul tangki sprayer masing-masing dan menyemprotkan 2 produk andalan Bioworld yaitu Biosoft dan Ambest untuk menumpas hama wereng.

“Kegiatan semprot massal ini sudah lebih dari 10 kali dilaksanakan di berbagai wilayah di Ngawi. Tujuan dari program Bioworld ini untuk mengendalikan hama wereng yang sangat meluas di tanaman padi. Beberapa petani seringkali teledor dan kurang cermat bagaimana mengatasinya. Dan ini berakibat fatal, padi yang harusnya tumbuh subur, bulir berbobot dan mentes hingga panen, ternyata malah mati, daun mengering seperti terbakar,” terang Suhadi pada para petani sesaat sebelum aksi semprot massal dilaksanakan pagi itu.

Teknik penyemprotan juga menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam membasmi hama. Seperti pencampuran obat dengan air, kualitas/kejernihan air, arah spuyer dari atas daun padi, waktu efektif sebelum matahari terik serta memperhatikan masa hidup dan berkembangbiaknya hama wereng.

Para petani merasa senang sekali dengan adanya program gratis ini dan berharap semoga panen padinya bisa maksimal, mengingat cuaca ekstrim dan curah hujan begitu tinggi seringkali menjadi faktor berikutnya yang menyebabkan harga jual gabah menjadi anjlok dan kerugian besar bagi rakyat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.(alfa)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com