Menghadapi Fitnah Keji

Menghadapi Fitnah Keji – Dikirim oleh : Ahmad | Pada : 02-12-2016

Konsultasi:

Saya Ahmad (33) PNS pada salah satu instansi di kota padang sumatera barat. Dari tahun 2014 sampai dengan sekarang (04 Desember 2016) ada salah satu oknum PNS sesama rekan kerja yang telah menebar gosip dari sekedar rasan-rasan, hingga berujung fitnah. Setiap saya lewat didepan rekan- rekan saya selalu dicibir dan disindir. Awalnya hanya sebatas lingkungan kantor, lalu kepada masyarakat yang mengurus surat di kantor saya bahkan yang terakhir sampai bersusah payah menebar isu negatif ke beberapa tetangga dekat saya. Saya berusaha tabah dan sabar namun lama-lama saya tersiksa juga. Tolong bu apa yang harus saya lakukan. Untuk melaporkan kepada aparat berwajib saya belum punya bukti audio rekaman ulah mereka dan dampaknya terhadap kehidupan karir dan hancurnya nama baik saya diantara tetangga kompleks.

Mohon bantuannya.


Pak Ahmad yang tabah dan sabar. Kami telah mendengar cerita Bapak terkait gosip, rasan-rasan, dan fitnah yang telah menimpa Pak Ahmad. Bagaimana Pak Ahmad yang sudah berusaha untuk tabah dan sabar menghadapi fitnah tersebut. Baik yang timbul di kantor dan bahkan sampai kepada beberapa tetangga dekat. Memang fitnah adalah ujian terberat dalam kehidupan. Sebagaimana kata bijak, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Saking beratnya, sampai diumpamakan beratnya lebih dari pembunuhan. Padahal pembunuhan sudah merupakan kejahatan terbesar di muka bumi ini.

Tetapi dunia ini penuh dengan keseimbangan yang sempurna Pak. Tidak akan tertimpa angin kencang kecuali hanya pohon yang besar. Semakin besar pohon, semakin kencang angin menimpanya. Sebaliknya, angin kencang tersebut adalah sarana untuk menebar sari bunga ke tanah sekelilingnya. Sarana untuk menjatuhkan buah dari ketinggian agar bisa dinikmati makhluk di bawahnya. Dan sarana untuk membuat akar pohon tersebut semakin kokoh. Pohon tersebut hanya perlu bertahan, melambai mengikuti arah angin. Selebihnya tugas Allah Yang Mahakuasa untuk menyempurnakannya. Jadilah angin kencang tersebut berkah bagi pohon.

Apabila pohon tersebut menolak angin kencang, melawan arah angin. Maka patahlah dahannya. Roboh dan bisa menimbulkan petaka bagi makhluk di bawahnya.

Begitupun saat kita menghadapi fitnah Pak Ahmad. Bila kita melawannya, apalagi sampai membawa ke jalur hukum. Maka akan timbullah pertentangan dengan orang yang memfitnah kita tersebut. Kedua belah pihak bisa semakin emosi. Konflikpun akan bisa semakin menjadi-jadi. Bisa saja yang memfitnah Pak Ahmad kalah di pengadilan. Tapi dia pasti takkan terima. Dan akan melakukan fitnah yang lebih kencang lagi. Akankah kita tuntut lagi di jalur hukum ? maka akan menguras energi, waktu, dan biaya yang sangat besar. Dan mungkin takkan pernah berakhir.

Lantas, apa yang perlu kita lakukan ?

Sebagaimana pohon, bertahan dan melambai mengikuti arah angin. Pak Ahmad sudah benar dalam mengambil langkah pertama, bertahan: dengan tabah dan sabar. Tinggal melanjutkan langkah kedua: melambai mengikuti arah angin. Maksudnya bagaimana ? Melambai mengikuti arah angin maksudnya adalah kita meneruskan hidup kita dengan tetap bekerja yang terbaik. Bersosialisasi dengan teman dan tetangga dengan perilaku terbaik.

Sebagaimana kata pepatah, anjing menggonggong, kafilah berlalu. Pastikan kita adalah kafilah, sehingga saat ada fitnah, kita cukup berlalu. Karena masih banyak pekerjaan positif lain yang perlu kita selesaikan. Kalau kita hanya bertahan, lalu sedih, kecewa, dan pekerjaan jadi terganggu. Berarti kita turun pangkat tak lagi jadi kafilah. Karena kita ikut-ikutan menggonggong, atau terpengaruh oleh gonggongan anjing. Anjing boleh menggonggong, fitnah boleh menerpa. Tapi kafilah akan tetap berlalu.

Abaikan fitnah tersebut dengan tetap berperilaku dan bekerja yang terbaik. Niscaya rekan kerja dan tetangga kita akan bisa memilah dengan hati nuraninya. Siapa yang benar. Bahwasannya Pak Ahmad ini baik dan tidak mungkin melakukan itu. Saat dicibir terimalah dengan senyum dan ikhlas. Kalau ada yang tanya, baru Pak Ahmad menjelaskan semuanya. Ini tidak akan berat, kalau kita fokus ke pekerjaan. Tapi akan jadi berat kalau kita fokus memikirkan fitnahnya. Kembali pada kata bijak diatas, kita pilih jadi Kafilah atau ikut menggonggong. Tetap bekerja dengan enjoy, fokus pada pekerjaan dan bersosialisasi dengan baik. Pada saatnya nanti, kebenaran pasti akan terungkap. Dan di saat itulah, rekan-rekan dan tetangga akan berebut minta maaf pada Pak Ahmad. Dan akan semakin respek dengan kita. Kisah seperti ini kebetulan pernah terjadi beberapa kali dari cerita klien kami. Berawal dari kena fitnah di kantor. Tapi dia abaikan, tetap bekerja yang terbaik. Bahkan malah berbuat baik pada rekan yang memfitnah. Akhirnya berakhir banyak hal positif untuk klien kami yang difitnah tersebut. Bahkan yang memfitnah akhirnya meminta maaf dan sekarang menjadi sahabat baik.

Contoh terbaik korban fitnah adalah Nabi Yusuf. Ia difitnah oleh saudara-saudara kandungnya, lalu dimasukkan sumur. Setelah itu difitnah oleh Zulaikha, lalu dimasukkan penjara. Jika Nabi Yusuf hanya bersedih dan merutuki nasibnya yang dikhianati saudara-saudaranya, ia akan tetap berada dalam kegelapan sumur. Atau hanya akan jadi budak belian yang hanya meratapi nasib dan menyalahkan saudaranya. Tapi, apa yang dilakukan Nabi Yusuf ? Di dalam sumur Nabi Yusuf memelihara harapan dan mendekatkan diri pada Allah dengan banyak berdoa. Setelah keluar dari sumur dan jadi budak, Nabi Yusuf bekerja sebaik mungkin. Sampai menjadi budak/pekerja terbaik. Difitnah lagi masuk penjara. Nabi Yusuf tetap menampilkan yang terbaik dengan memberi semangat teman-teman sepenjara dan menjadi penafsir mimpi yang terbaik. Sampai kelak keluar dari penjara, Nabi Yusuf diangkat jadi Bendahara negeri Mesir.

Percayalah Pak Ahmad. Fitnah adalah cara Allah Yang Maha Pengasih mendidik kita menjadi lebih baik.


Pengasuh Konsultasi Psikologi :
Budiarna Nur Rochmad, S.Psi
Sarjana Psikologi Universitas Airlangga
Konsultan Publik Pemerintahan
Konsultan Psikologi Anak – Surabaya

Mau Konsultasi Gratis??? Silakan kirim uneg – unegmu ke redaksi@kampoengngawi.com dengan subject : KONSULTASI dan temukan sharing dari pakarnya nya disini..

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com