Agus Sugiharto Mengubah Bonggol Bambu Menjadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Agus Sugiarto dengan karya seni bonggol bambu. Foto-KampoengNgawi.com/Fri

KASREMAN – Sebuah kerajinan bambu menyerupai naga terpajang apik di depan rumah di Desa Kasreman RT 01 RW 02, kecamatan Kasreman, kabupaten Ngawi. Selain dikelilingi sawah dan hutan bambu, terdapat pula sebuah gubuk sederhana di samping rumah yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan akar bambu.

Rumah sederhana itu adalah milik Agus Sugiharto atau yang akrab disapa Harto. Ia menjatuhkan pilihan pada akar/bonggol bambu dengan alasan sederhana, karena ia merasa sayang bila bonggol bambu hanya dimanfaatkan untuk kayu bakar. Dengan cipta, rasa, karsanya, Agus Sugiharto Mengubah Bonggol Bambu Menjadi Kerajinan Bernilai Tinggi.

“Kalau biasanya kayu dibentuk sesuai keinginan pengukirnya, di sini saya mencoba menyesuaikan struktur bambunya. Jadi saya mengikuti bentuk bambu, bukan bambu yang mengikuti kemauan saya,” terang Harto kepada redaksi KampoengNgawi.

Mencoba memaksimalkan limbah yang banyak ia temui di sekitar rumah, akhirnya ia konsisten membuat kerajinan dari bonggol bambu. Mengubahnya menjadi ukiran yang menyerupai wajah-wajah manusia. Akar serabut dari bambu bisa membentuk rambut serta jenggot manusia.

Harto mengaplikasikan sketsa langsung pada bambu, kemudian diukir mengikuti bentuk bonggolnya. Proses awalnya, bambu-bambu tersebut direbus satu sampai dua jam dengan tujuan agar tidak mudah menjamur. kemudian membuat sketsa dan memahatnya.

Sejauh ini Harto hanya mengerjakannya sendirian. Itupun ia lakukan dengan cara yang bisa terbilang masih tradisional. Dari pantauan redaksi, di Kabupaten Ngawi sendiri belum ada pengrajin bonggol bambu seperti yang ia tekuni saat ini.

Selain membuat karya seni, Harto ingin mengembangakan keahlian kerajinan bonggol bambu serta mengenalkannya, terutama kepada pemuda Ngawi agar bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai jual lebih.

“Saya pernah melatih 20 orang untuk membuat kerajinan dari bonggol bambu ini tapi belum menemukan orang yang saya mau. Mereka banyak menemukan kendala untuk membuat kerajinan tersebut,” akunya.

Dilihat dari harga jual, kerajinan bonggol bambu bisa memiliki nilai jual yang beragam, mulai harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung permintaan pembeli dan tingkat kerumitan. Semua produk hasil karyanya bisa langsung dibeli di rumahnya karena memang belum memiliki toko khusus untuk menjualnya.

Agus Sugiharto Mengubah Bonggol Bambu Menjadi Kerajinan Bernilai Tinggi. Dijelaskannya bahwa ia dengan senang hati mengajari siapa saja yang ingin belajar membuat kerajinan bonggol bambu atau sekedar mampir untuk berkunjung melihat-lihat hasil karyanya. Terbesit keinginan Harto untuk membuat angkringan kopi di dekat kolam ikan miliknya yang diharapkan akan semakin banyak yang mampir dan bisa memperkenalkan karyanya. (fri/cse)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com