Batik Menjadi Skala Prioritas Pengembangan Sektor Ekonomi Kreatif Kabupaten Ngawi

Press Conference Ngawi Batik Fashion 2019 di Pendopo Wedya Graha Ngawi, Kamis (03/10/2019). Foto : KampoengNgawi.com/Fri

NGAWI — Ngawi Batik Fashion (NBF) 2019 kembali akan digelar Jumat-Sabtu (4-5/10/2019). Event yang menyuguhkan berbagai karya batik Ngawi ini merupakan yang ke-7 kalinya digelar oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi.

Jelang NBF 2019, Bidang Ekonomi Kreatif menggelar Press Conference di pendopo Wedya Graha, Kamis (3/10/2019) yang diikuti oleh 67 peserta dari pengrajin batik, designer, model, media serta undangan lainnya.

Press Conference kali ini menghadirkan Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif (Ekraf) Disparpora Ngawi, Ardiansyah, serta Puteri Indonesia Jawa Timur 2019, Bella Puteri Ekasandra sebagai narasumber.

Ardiansyah menuturkan bahwa di Ngawi menyimpan banyak sekali harta Karun, semakin digali semakin banyak ditemukan ciri khas Ngawi yang salah satunya Phitechan Thropus Erectus di Trinil.

“Ngawi ini spesial karena berada di perbatasan, budayanya percampuran antara Jawa Timur dan Jawa Tengah namun tidak menutupi ciri khas Ngawi itu sendiri,” ujarnya.

Selain untuk kembali memamerkan karya seni berupa batik, gelaran NBF tahun ini dibarengkan dengan peresmian “Asosiasi Perajin Batik Ngawi” yang rencananya akan diresmikan langsung oleh bupati Ngawi.

Asosiasi ini dimaksudkan untuk menjaga persatuan para perajin batik, menjaga konsistensi sebuah karya, dan mempertahankan keberadaan pembatik di kabupaten Ngawi.

Ony dalam keterangannya menyampaikan bahwa nantinya para anggota asosiasi harus konsisten berkarya, yakni membuat motif serta terus memproduksi batik Ngawi.

“Anggota asosiasi harus konsisten, karena membawa nama komunitas, bila satu tidak konsisten lagi maka seluruh anggota kena imbasnya,” tegasnya.

Pihaknya juga mempertegas bahwa Batik Menjadi Skala Prioritas Pengembangan Sektor Ekonomi Kreatif Kabupaten Ngawi dan harus terus dikembangkan secara positif untuk skala nasional dan internasional.

Sementara itu, Bella Puteri Ekasandra yang nampak cantik mengenakan kebaya hijau mengaku sudah berkali-kali berkunjung ke Ngawi dan hafal beberapa motif batik Ngawi.

“Bila mendengar kata batik Ngawi, yang ada di benak saya adalah motif bambu serta manusia purba, itulah batik Ngawi,” ujarnya.

Press conference tahun ini tidak melibatkan banyak model hanya Bella serta partner yang memakai beberapa baju rancangan designer Ngawi. Mengambil sudut menarik di sekitar pendopo Wedya Graha, para fotografer antusias memotret Bella yang memeragakan beberapa busana. (fri/cse)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com