Berburu Tas Khas Ngawi

Tas Anyaman Ngawi yang tembus pasar Internasional. Foto-Friliya


NGAWI – Apakah Anda sudah tau, kalau Ngawi punya tas khas? Mungkin dari dulu kita sering melihat tas anyaman yang biasanya dipakai untuk belanja. Tapi yang saya maksud di sini bukan tas tersebut, memang bahannya hampir sama, tapi kualitas lebih bagus dan dikreasikan menjadi lebih cantik.

Dari yang awalnya hanya cocok untuk belanja, kini sudah banyak fungsi. Adalah Kasriani dan Bambang Sunyoto yang mengkreasikan tas anyaman tersebut menjadi tas khas Ngawi, menarik dan sangat cocok sebagai buah tangan. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai tas ukuran kecil dengan harga Rp. 50.000 hingga ukuran besar seharga Rp. 100.000.

Memang tas khas Ngawi ini belum banyak ditemui di toko-toko, namun bila berminat bisa langsung ke home industry yang beralamat di desa Bringin, kecamatan Bringin, kabupaten Ngawi. Warga setempat sudah banyak yang tau lokasi home industry tas khas Ngawi buatan Kasriani.



Aktifitas menganyam sebenarnya sudah dilakukan oleh warga desa Bringin dari dulu, namun untuk menganyam tas yang diakui sebagai khas Ngawi ini belum banyak dilakukan warga. Baru Kasriani dan Bambang saja yang memproduksi tas tersebut di Desa Bringin. Motif serta warna yang ditawarkan cukup beragam.

Bahkan, mereka bisa memenuhi permintaan pemesan apabila menghendaki motif tertentu. Untuk satu tas ukuran kecil, pasangan ini dapat menyelesaikannya dalam dua jam. Pemasaran tas ini memang baru dari mulut ke mulut namun siapa sangka kalau tas khas Ngawi buatan Kasriani, pengirimannya sudah ke luar daerah bahkan luar Negeri seperti Jakarta, Goa (NTT), Medan, Bali, Jogja, hingga Papua, Arab, Korea, Malaysia, Hongkong,Taiwan. Awalnya suami istri ini merasa bosan dengan tas anyaman yang selama ini dipakai untuk berbelanja.

“Saya itu sama istri sampai berfikir dua hari lo mbak untuk mencari ide, pengen model lain gitu mbak, yang tidak hanya gitu-gitu saja, jadi banyak kalangan yang tertarik, termasuk anak muda,” terang pak Bambang.

Untuk bahan baku, Bambang mengambil dari luar desa Bringin. Memang selama ini belum mengambil bahan dalam jumlah besar, karena terkait modal.

“Saya berharap ada mitra kerja sebenarnya mbak, karena modal kami juga belum banyak” tambahnya.

Dengan alasan tersebut, Bambang beserta istri belum memasang iklan lewat media cetak ataupun televisi. Baru dari mulut ke mulut atau pemasaran lewat social media.

Kini tas anyaman produk asli Ngawi tidak hanya cocok untuk kalangan ibu-ibu saja, berkat kreatifitas pasangan suami istri ini tas anyaman juga cocok untuk kalangan anak muda.

Yang awalnya hanya difungsikan untuk berbelanja kini cocok untuk hangout, kerja, dan sebagainya. Keunggulan lain selain bentuknya yang cantik, tas ini juga tahan terhadap air, jadi tidak khawatir saat hujan.

Warga desa Bringin sendiri sudah banyak yang menggunakan tas produk home industry Kasriani, bahkan dari kalangan pejabat, kepala sekolah, khususnya dinas pendidikan sudah menggunakan produk tas anyaman ini.

Untuk mencapai lokasi home industry tas khas Ngawi, dari perempatan desa Samben (jalan raya Caruban-Solo) ke arah utara sekitar tiga kilometer, lokasi produksi berada di dekat kantor Kecamatan Bringin atau bisa via whatsApp ke 085233967111.

Jika luar daerah saja menggunakan produk Ngawi, kita yang notabene warga asli Ngawi harus bangga menggunakan produk sendiri. Yuk Berburu Tas Khas Ngawi.

Kontributor : Friliya Aika
Foto : Friliya Aika
Editor : KampoengNgawi

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com