Budaya Literasi yang Terus Dipupuk akan Bisa Memberi Banyak Keuntungan

NGAWI — Jika kita sering mendengar istilah literasi, biasanya dikaitkan dengan mereka yang hobi membaca dan menulis. Namun sebenarnya bukan sekedar bagi yang punya hobi saja, karena litasi merupakan sebuah budaya.

Secara pengertian umum, literasi adalah kegiatan untuk lebih membudidayakan gerakan membaca dan menulis. Namun secara khusus pengertian literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan potensi dan ketrampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan kegiatan membaca dan menulis.

Akan tetapi secara lebih luas lagi, menurut National Institute For Literacy, Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Dalam pengertian lain disebutkan pula bahwa literasi bisa membuat seseorang memiliki kemampuan berfikir kritis, mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks, mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu mengembangkan potensi dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

Untuk membangkitkan budaya literasi ini tentunya perlu dilatih sejak dini. Dengan berliterasi, kita bisa mengoptimalkan kerja otak, menambah wawasan dan informasi baru, meningkatkan kemampuan interpersonal, serta mempertajam diri dalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, kita pun mengenal Literasi Teknologi, yang secara pengertian adalah suatu kemampuan untuk memahami kelengkapan dalam suatu teknologi seperti hardware dan software, memahami cara mengakses internet, dan mengerti etika yang berlaku dalam penggunaan teknologi.

Bagi siswa dan guru, Budaya Literasi yang Terus Dipupuk akan Bisa Memberi Banyak Keuntungan. Selain mampu mengikuti berbagai perkembangan informasi, kita juga akan terbiasa dengan budaya-budaya yang baik dari prinsip-prinsip literasi ini.

Seminar ataupun pelatihan literasi sangat penting dan diperlukan oleh setiap orang. Bahkan bisa juga dengan pendampingan khusus, budaya literasi semakin dapat dijalankan secara nyata. Semesetinya dengan biaya pelatihan yang terjangkau dan pembicara yang telah ahli di bidangnya. (kn/cse)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com