Ibu Hamil dan Insting Nesting

Ilustrasi-Ibu Hamil dan Insting Nesting.


Ayah-bunda, sering denger istilah ‘nesting’ gak selama masa kehamilan? Sebenernya nesting itu sejenis insting atau suatu bentuk respon perasaan?

Nesting atau Bersarang

Bunda, berasa jadi seekor burung cantik. Iyes, nesting atau bersarang itu satu kecenderungan, kebiasaan, keanehan yang terdapat pada ibu hamil. Bahkan ibu hamil yang sebelumnya jarang berada di rumah pun bisa kecanduan membersihkan, menata dan memdekorasi rumah selama hamil. Dan saat perubahan hormon ini terjadi, Claire Cross, etc. pernah berpesan untuk Ayah Bunda agar tidak kaget jika Bunda senang mengintip ke dalam oven, menaruh sikat gigi di lantai kamar mandi, menandai pakaian dengan warna atau seolah tanpa lelah mondar-mandir di toko 24 jam mencari tirai warna baby blue.

Dorongan maternal nesting semacam ini seolah menghubungkan berbagai spesies hewan, tapi khususnya golongan mamalia yang melahirkan bayi-bayi premature-bayi yang tidak bisa langsung berdiri atau berjalan mengikuti ibunya. Calon ibu yang seperti ini lebih dulu sudah mencari tempat aman agar dapat melahirkan dan memberi makan anak yang baru ia lahirkan dengan nyaman. Semisal kucing dan anjing yang mengumpulkan bahan yang lembut untuk memperoleh kehangatan, harvest mice shred, dan menjalin rumput atau alang-alang, burung akan mencari tempat dengan kamuflase atau teelindung dari cuaca buruk sehingga anak-anaknya terlindungi. Heroik banget kan ya?

Besarnya perhatian induk hewan terhadap pembuatan sarang berkolerasi langsung dengan jumlah dan lamanya si induk memenuhi kebutuhan anaknya sebelum anaknya dapat hidup sendiri. Hal ini menjadi semacam lisensi bagi manusia untuk pergi ke kota, karena rumah kita membesarkan anak-anak dengan baik sampai mereka berumur belasan tahun (bahkan lebih). Tak heran jika kita merasa harus memiliki ‘sarang’.

Peningkatan kadar hormon kehamilan lah yang memicu perilaku maternal tersebut, khususnya hormon oxytocin, kimiawi di otak yang berhubungan dengan ikatan maternal, dan hormon prolaktin, hormon nesting. Bukan hanya calon ibu yang terpengaruh – dorongan membuat ‘sarang’ ini diketahui juga mempengaruhi ibu yang ingin mengadopsi anak, bahkan beberapa pria yang pasangannya sedang mengandung. Oleh karena itu sulit untuk membangun reaksi yang bersifat insting pada manusia, karena insting kita bercampur perilaku yang kita pelajari (learned behavior) dan respon emosional. Maka banyak ahli menyebut nesting sebagai respon intuitif bukan insting. (ern/ske)

Reference : The Pregnancy and Baby Book by Claire Cross, etc.

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com