Karyawan Perusda Kerja Rodi

Krisis keuangan yang menjerat Perusahaan Daerah (PD) Sumber Bhakti membuat usahanya terancam gulung tikar. Nyaris tidak ada aktivitas di perusahaan pelat merah tersebut. Bidang usaha percetakaan yang digeluti selama ini sudah tak lagi menerima banyak order. Penyebabnya sejumlah peralatan cetak rusak dan tak kunjung diperbaiki. ‘’Sudah tiga bulan rusak dan sudah kami laporkan tapi manajemen tidak ada tindakan,’’ ungkap salah seorang pegawai PD Sumber Bhakti yang minta namanya tidak disebutkan, kemarin (25/6).

Karena tidak kunjung ada perbaikan, pegawai hanya menerima order yang bisa dikerjakan dengan mesin yang masih berfungsi saja. Dia membenarkan jika ada instruksi dari bupati agar semua satuan kerja (satker) menggunakan jasa PD Sumber Bhakti. Tetapi belakangan tinggal beberapa satker saja yang rutin order. ‘’Pembuatan karcis parkir dan retribusi sewa lapak di pasar biasanya order ke sini. Tapi sejak 2012 sudah tidak pernah lagi. Padahal itu salah satu yang paling besar,’’ paparnya.

Usaha yang kembang-kempis disertai krisis keuangan yang mendera akhirnya berimbas pada kesejahteraan karyawan. Sudah empat bulan terkahir, 28 karyawan PD Sumber Bhakti tidak gajian. Mereka hanya berharap hak tersebut segera dicairkan. Walaupun sampai sekarang belum ada kepastian dari manajemen. Padahal para pegawai menggantungkan gaji tersebut untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak. ‘’Terpaksa ngutang dulu. Mau perusahaan untung atau rugi kebutuhan rumah tangga harus terpenuhi,’’ tambah karyawan lainnya.

Meskipun tidak menerima gaji alias kerja rodi, karyawan PD Sumber Bhakti memilih bertahan. Mereka berharap pemkab ikut turun tangan mengatasi krisis keuangan yang kini mendera perusahaannya. Apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri mereka berharap gaji mereka bisa cair. ‘’Ya was-was saja. Sementara dinikmati saja meskipun pahit,’’ tuturnya.

Sementara itu direktur PD Sumber Bhakti Rudi Triwahid belum berhasil dikonfirmasi. Pria tersebut tidak dapat ditemui di ruang kerjanya karena sedang berada di Pacitan. Panggilan telepon dan pesan singkat tidak berbalas.
Ketua komisi I DPRD Ngawi Maryoto menilai direktur perusda PD Sumber Bhakti Rudi Triwahid terlalu cenggeng menghadapi situasi keuangan perusahannya. Sikap itu tidak mencerminkan seorang usahawan yang tangguh. Sebaliknya direktur perusda harus bangkit dari keterpurukan jika benar benar memiliki kapabilitas dan kapasitas dalam bidang bisnis. Apalagi DPRD dua tahun lalu meloloskan anggaran investasi ke PD Sumber Bhakti yang nilainya tidak sedikit. Nyatanya anggaran yang digelontorkan tersebut belum pernah menguntungkan sama sekali. ‘’Namanya investasi pasti ada keuntungan. Kalau tidak ada, duitnya lari ke mana,’’ ujarnya.

Dia menilai kolapsnya PD Sumber Bhakti dipicu persoalan kompleks. Mulai dari lemahnya pengelolaan dan pengawasan. Padahal lahan bisnis di bidang percatakan dinilai masih prospektif mengingat banyak satker yang membutuhkan jasa tersebut. ‘’Kenyataannya perusda kalah dengan perusahaan swasta. Malah sekarang kolaps,’’ kata Maryoto.

Saat ini, lanjutnya, dewan masih pikir-pikir soal opsi penanganan PD Sumber Bhakti. Jika opsi penyelamatan dipilih dengan menambah lagi suntikan dana, Maryoto memilih hal itu dilakukan tahun anggaran 2015. Tahun ini, pemkab diminta fokus menyelesaikan problem di internal manajemen. Kalau perlu dilakukan perombakan total agar manajemen kembali sehat. ‘’Kalau diinfus saya sepakat tahun depan. Selama enam bulan terakhir harus diselesaikan dulu masalahnya agar dewan tidak salah langkah lagi,’’ tegasnya.

|radarmadiun

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com