Konsistensi Siti Musrifah Menggeluti Bisnis Madumongso Membawa Berkah

Madumongso Pelangi Rizky. Foto-Istimewa

PARON – Madumongso adalah makanan ringan yang terbuat dari ketan hitam sebagai bahan dasarnya. Rasanya asam bercampur manis karena ketan hitam sebelumnya diolah dahulu menjadi tape (melalui proses fermentasi). Tape ketan hitam kemudian diolah lagi dengan menambahkan gula, santan, dan beberapa buah nanas sebelum kemudian dimasak hingga menjadi seperti dodol/jenang.

Siti Musrifah, warga Dusun Sidorejo, Desa Gentong, Kecamatan Paron, Ngawi, dengan modal nekat mencoba mencari tambahan penghasilan dengan membuat madumongso spesial. Semua berawal karena usaha suaminya mengalami kebangkrutan, sehingga memaksanya untuk memutar otak apa yang mungkin bisa dilakukannya untuk mnghasilkan uang.

“Saya teringat waktu di pondok pesantren, dulu diminta membuat madumongso yang dicampur dengan buah sirsak atau jahe,” paparnya.

Rasanya enak, lanjutnya, sambil menceritakan bahwa ia memulai bisnis ini dengan dorongan dari salah seorang sepupunya. Bagi Musrifah, selain sepupu, teman-teman di komunitas usaha juga memberikan banyak inspirasi sehingga bisa mengawali bisnis ini sejak 2017 silam.

Dengan peralatan yang terbilang masih sederhana, Musrifah mulai memasarkan produk Madumongso yang ia beri merek Pelangi Rizqi itu ke perorangan maupun dititipkan ke pusat oleh-oleh yang ada di Ngawi.

“Agak sedikit kendala karena saya belum punya mesin pengaduk, tapi tetap mencoba untuk istiqomah,” ujarnya perempuan kelahiran Agustus 1986 ini dengan penuh semangat.

Tak pantang menyerah, Musrifah terus berusaha untuk membesarkan usahanya. Konsistensi Siti Musrifah Menggeluti Bisnis Madumongso Membawa Berkah. Penjualan madumongsonya semakin meningkat dan merambah ke luar Ngawi, bahkan pulau.

Dengan prinsipnya yang pantang menyerah, bermodal Rp. 500.000, pemasaran produk Madumongso yang dikemas dengan cantik ini sudah merambah ke Sidoarjo, Malang, Bekasi, Jakarta, Kepulauan Riau, Samarinda, dan juga Lampung Tengah. Bahkan ada juga yang membawa makanan khas ini hingga ke Taiwan.

“Saya berharap bisa punya mesin pengaduk yang besar, sehingga tidak keteteran dan menghasilkan produk yang bagus, karena saat ini produksinya belum bisa banyak,” aku perempuan yang memberi tagline produk dengan Find Your Inspiration in My Sweetness ini.

Musrifah menjual Madumongsonya per kilogram seharga Rp. 65.000, untuk kemasan standar dengan berat bersih 200 gram dibanderol dengan harga Rp. 13.500. Sementara ini penjualan Madumongso Pelangi Rizqy menggunakan media sosial instagram dan facebook. (kn/cse)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com