Monumen Soerjo, Tanggungjawab Perhutani atau Pemkab

Perawatan lokasi bersejarah dan tempat wisata di Ngawi amburadul. Salah satunya terlihat dari kondisi kawasan Monumen Soerjo yang memprihatinkan. Lantai batu yang terhampar di monumen peringatan gubernur pertama Jawa Timur (Jatim) itu banyak yang terkelupas dan dibiarkan berantakan. ‘’Jadi seperti diletakkan begitu saja di tanah,’’ ujar Ardian salah seorang pengunjung monumen kemarin (27/8).

Ardian mengaku jika kakinya pernah terluka karena lempengan batu yang mengelupas. Menurutnya, sebagian lantai yang menonjol dan menganga bisa dengan mudah melukai kaki. Karena itu, kini dia lebih berhati-hati saat melintas di atas lantai monumen. ‘’Jika tidak ya seperti jempolku luka kena pinggiran lantai,’’ tuturnya.

Kerusakan itu terkesan dibiarkan karena penanganan yang lamban. Dalihnya, pembenahan terganjal memorandum of understanding (MoU) antara pemkab dan Perhutani yang belum kelar. Akibatnya, seringkali dua institusi ini sering eker-ekeran dan saling lempar tanggung jawab jika terjadi kerusakan atau masalah lain yang terkait dengan keberadaan Monumen Soerjo. ‘’Sebenarnya masih kewenangan Perhutani seperti halnya Air Terjun Selondo, Srambang dan Srigati,’’ ungkap Warsito, Kepala Seksi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dispariyapura) saat dikonfirmasi.

Sedangkan pembenahan fisik, lanjutnya, selama ini diurusi oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan (Dinas PU BMCK dan Kebersihan). Pada 2012 lalu sudah ada perbaikan yang didanai Pemprov Jatim. Sedangkan pemeliharaan yang bersumber dari APBD Ngawi masih terkendala MoU dengan Perhutani. ‘’Dinas PU mau dapat dana tetapi belum ada MoU-nya,’’ tambahnya.

Hartoyo, Kabid Pertamanan Dinas PU mengatakan pihaknya masih fokus pembenahan playground dan rumput di kawasan monumen. Menyusul kemudian pembenahan lantai yang masuk dalam kontrak senilai total Rp 350 juta. Mengenai MoU dengan Perhutani, Hartoyo mengaku tidak tahu menahu. Pasalnya, tugas pokoknya adalah memperbaiki fasilitas umum, terutama taman dan pemakaman. ‘’ Kalau tidak salah (MoU, Red) masih diurusi,’’ katanya.

Sementara pihak Perhutani menegaskan pembenahan Monumen Soerjo bukan tanggungjawabnya. Perhutani hanya sebatas pemilik aset lahan yang dipakai bangunan monumen. Sedangkan pengelolaan menjadi kewenangan pemkab. Sedangkan masalah MoU kini masih proses penyelesaian. ‘’MoU masih proses di jajaran direksi. Pasalnya bakal melibatkan banyak instansi terkait,’’ jelas Agus Budiono, Humas Kantor Perum Perhutani.

|RadarNgawi

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com