SDIT Imam Syafii Karangjati Rangsang Anak Didik Dengan Program Cooking

SDIT Imam Syafii Karangjati Rangsang Anak Didik Dengan Program Cooking. Foto-Alfa


KARANGJATI – Membekali anak didik untuk merancang masa depan dengan berbagai kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik merupakan hal penting yang harus dilaksanakan oleh institusi pendidikan. Anak didik mungkin ibarat selembar kertas putih, dengan ketekunan dan komitmen bersama antara orang tua di rumah dan guru di sekolah maka gambaran masa depan mereka bisa terlukiskan dengan indah dan penuh warna.

Sebagaimana yang dilaksanakan oleh Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Imam Syafii Karangjati pada Sabtu (7/10/2017) kemarin sejak pagi hingga siang hari di halaman sekolah. Program cooking (memasak) merupakan salah satu kegiatan siswa dengan tujuan untuk merangsang minat, melatih perkembangan sikap dan perilaku, mengasah kemampuan berpikir dalam mengingat alur/prosedur, mempertajam daya analisis otak anak, menghubungkan dan menggabungkan ide/gagasan, serta memecahkan masalah (problem solving) sehingga bisa diaplikasikan dalam lingkungan sehari-hari.

SDIT Imam Syafii Karangjati Rangsang Anak Didik Dengan Program Cooking. Menjadi seru dan asyik karena cooking kali ini khusus dilaksanakan oleh 67 murid putra yang tidak terbiasa dengan kegiatan serupa. Biasanya main bola, badminton, lari berkejaran, dan aneka permainan lainnya. Namun kali ini mereka harus belajar menyiapkan bahan masakan, membuat bumbu yang sedap, menyalakan kompor gas, menuang minyak goreng, menganalisa tingkat kematangan dan beragam proses memasak hingga hidangan siap disajikan.

Selepas sholat dhuha dan dzikir bersama, semua murid di beri pengarahan oleh ustadz Bashori tentang sajian yang akan masak beserta alur pembuatannya. Untuk kelas 1-2 membuat agar-agar sedangkan kelas 3-6 membuat cemilan ketela garlic. Masing-masing ada pembagian tugas yang harus dilaksanakan bersama-sama dan saling membantu sama lain. Inilah nilai penting yang akan ditanamkan pada mereka. Berbagi tugas, kerjasama, kepedulian, kekompakan, semangat, problem solving dan evaluasi perbaikan.

Untuk pembuatan agar-agar ada pembagian tugas memasak air, menyiapkan dan mengiris-iris buah pepaya sebagai pelengkap, menuang adonan ke dalam cup, memasukkan irisan buah, menutup cup hingga menjaga agar cup tidak tumpah karena riuhnya anak-anak. Sedangkan pembuatan ketela garlic pembagian tugasnya mulai dari menyiapkan ketela, mengupas, membersihkan, mengukus, mengiris kecil-kecil, menggoreng, mencampur bumbu dan mengemas. Setelah masakan matang, dimasukkan kedalam kantong plastik dan satu persatu murid mendapatkan bagian 1 cup agar-agar dan 1 bungkus ketela garlic yang gurih untuk dibawa pulang.

Di SDIT Imam Syafii Karangjati, cooking adalah salah satu dari 21 program unggulan selama tahun ajaran 2017/2018 yang wajib diikuti oleh semua murid kelas 1-6 yang disusun secara integral, berkesinambungan menggabungkan potensi dan harapan dengan dukungan penuh dari orang tua dan seluruh sumberdaya pihak sekolah.(kn/alfa)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com