Tahun 2019 Cabang Dindik Jatim Wilayah Ngawi akan Digabung dengan Madiun

Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten Ngawi. Foto-Google

NGAWI — Mendasar pada keputusan perampingan organisasi cabang Dinas Pendidikan (Dindik) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 59/2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Cabang Dindik Jatim, akan ada pemangkasan dari 31 menjadi 24 Cabang Dindik.

Salah satu Cabang Dindik Jatim yang akan digabung adalah wilayah Ngawi dengan Madiun. Hal ini juga merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 12/2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Diperkirakan, penggabungan cabang Dindik Jatim wilayah Ngawi dengan Madiun ini akan efektif diterapkan mulai awal tahun 2019, karena Surat Keputusan (SK) baru terbit di tahun 2018. Hal ini disampaikan oleh Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Madiun, Kresna Herlambang.

Menurutnya, nomenklatur berkaitan dengan pertanggungjawaban keuangan, pihaknya yakin, penggabungan baru akan efektif di tahun 2019, didahului dengan proses pengukuhan terkait pejabat-pejabatnya.

“Dampak dari keluarnya Pergub 59/2018, selain jumlah lembaga yang dinaunginya semakin banyak, status lembaga akan meningkat dari tipe B ke tipe A,” ungkapnya seperti dilansir KampoengNgawi dari siaran RRI.

Dengan demikian, lanjutnya Kresna, jika sebelumnya hanya ada satu Kepala Seksi (Kasi), nantinya akan menjadi dua Kasi, yakni dua Kasi SMA, dua Kasi Pendidikan Khusus-Layanan Khusus (PKLK), serta dua Kasi SMK.

Meski jarak Madiun Ngawi cukup jauh, yakni sekitar 48 Km, namun diyakini tidak akan menjadi penghalang dalam proses operasionalnya nanti. Saat ini di cabang Dindik Jatim Wilayah Madiun membawahi 115 lembaga terdiri 81 SMA-SMK negeri dan swasta serta 34 PKLK di kota dan kabupaten Madiun, tahun 2019 bertambah menjadi 167 lembaga dan seluruh lembaga dari Ngawi.

Tahun 2019 Cabang Dindik Jatim Wilayah Ngawi akan Digabung dengan Madiun. Sebagai langkah efisiensi dan efektifitas agar pelayanan terhadap masyarakat tidak terhambat, Kresna juga telah memperhitungkan jauh-jauhhari terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada untuk ditempatkan di kantor tugas pembantu yang ada di Ngawi dan kantor induk di Kota Madiun. (kn/cse)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com