Polres Magetan Bongkar Gudang Penimbun Solar Subsidi di Ngawi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan ungkap sindikat penimbun solar bersubsidi yang bergudang di Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, saat solar subsidi itu diangkut dan akan dijual ke perusahaan kontraktor di wilayah Madiun, Ngawi dan Ponorogo.

Dalam penangkapan dalam razia bersandi cipta kondisi si Jalan Raya Maospat itu, Polres Magetan Bongkar Gudang Penimbun Solar Subsidi di Ngawi, anggota Satreskrim Magetan menemukan mobil station fanther yang sudah dimodifikasi menjadi mobil tangki dengan kapasitas 1000 liter, solar subsidi sebanyak 10 ribu liter, dan dua truck tangki serta dua calon tersangka AL dan NSW, keduanya warga Kabupaten Ngawi.

Menurut AKBP Johanson Ronald Simamora Kapolres Magetan, terungkapnya penimbunan solar subsidi di Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi ini setelah Satreskrim Polres Magetan melakukan operasi bersandi Kring Serse di Jln Raya Maospati, Kabupaten Magetan, seperti dilansir Radio Wijaya Kusuma

“Penangkapan truk tangki berisi solar subsidi ini di Jln Raya Maospati, Jumat (5/12/2014) saat Satserse melakukan operasi Kring Serse. Setelah kita melakukan penyelidikan dan penggledahan di gudang nya di Desa Cangakan, kita menemukan sejumlah bukti, termasuk hasil penjualan itu.” kata Kapolres Johanson Ronald Simamora, Jumat (12/12/2014).

Lebih lanjut menurut Kapolres Johanson, Dengan penangkapan tiga kendaraan itu sudah memeriksa 9 saksi, dua diantaranya dari polisi, sopir, kenek, juga pemilik kendaraan dan tempat penimbunan solar itu.

“Mereka mengaku, solar yang dibawanya itu solar subsidi yang akan dijual ke Ponorogo dengan harga Rp 9300 per liter, beli dari SPBU Rp 7500 per liter. Tapi setelah anggota Serse lakukan pengeledahan di gudang penimbunan, ditemukan dokumen dengan harga jual solar non subsidi dengan harga Rp 12900 per liter.” kata Kapolres Johanson.

Penangkapan ini, lanjut Kapolres Johanson, menindaklajuti kebijakan Presiden Jokowi untuk melakukan pengamanan aset negara, apalagi dugaan penimbunan solar yang dilakukan sindikat penimbun solar subsidi sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun, dengan keuntungan setiap minggu mencapai Rp 30 juta.

“Kami masih akan mendatangkan tim ahli dari Pertamina, setelah itu gelar perkara dan menentukan tersangkanya.” kata mantan Kapolres Kepulauan Seribu, Polda Metro Jaya seraya menambahkan kedua calon tersangka itu nantinya akan di jerat dengan Undang Undang RI Minyak dan Gas (Migas) dengan ancaman hukuman penjara selama enam tahun dan denda uang senilai Rp 60 miliar.

Polres Magetan Bongkar Gudang Penimbun Solar Subsidi di Ngawi. “Sampai disini, baru dua calon terrsangka itu, dari SPBU dan interen Pertamina belum ada yang dipanggil untuk diperiksa.” tandas AKBP Johanson Ronald Simamora.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest