Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meresmikan Pasar Purba Trinil Art di kawasan Museum Trinil, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Jumat (24/7/2026) malam. Kehadiran ruang ekonomi kreatif berbasis budaya dan sejarah tersebut diharapkan menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata situs purbakala Trinil.
Inisiatif tersebut lahir dari kolaborasi Pemerintah Desa Kawu, Karang Taruna, Sanggar Kertonegoro, dan LSM Galang. Konsep yang diusung memadukan suasana pasar tradisional dengan beragam pertunjukan seni dan budaya sebagai atraksi bagi pengunjung.
Dalam sambutannya, Antok menegaskan pentingnya memaksimalkan pemanfaatan kawasan Museum Trinil agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Menurutnya, pelimpahan pengelolaan museum dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang yang lebih luas untuk pengembangan kawasan.
“Museum Trinil ini adalah aset yang sangat luar biasa. Dulu merupakan aset kementerian, namun sekarang telah dilimpahkan ke Kabupaten Ngawi. Hal ini membuat kita lebih leluasa untuk mengelola aset, gedung, hingga tanah di sini agar kemanfaatannya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai geliat ekonomi kreatif yang tumbuh di sejumlah wilayah Ngawi telah menciptakan berbagai pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan. Karena itu, keberadaan Pasar Purba Trinil Art diharapkan mampu menambah pilihan destinasi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah.
“Hampir setiap Sabtu dan Minggu, titik-titik ekonomi di Ngawi sudah penuh. Mulai dari Minggu Legi di Tawun hingga Minggu Pahing di Alun-alun. Kami berharap Pasar Purba ini menjadi magnet ekonomi baru yang mampu menarik pengunjung, baik dari lokal maupun luar Ngawi,” katanya.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, pengembangan kawasan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat upaya pelestarian sejarah. Melalui pertunjukan seni, tradisi, dan budaya yang ditampilkan, masyarakat diharapkan semakin mengenal nilai penting Museum Trinil sebagai lokasi penemuan fosil manusia purba yang mendunia.
“Satu-satunya di dunia untuk konteks penemuan Pithecanthropus erectus ya hanya di Trinil ini. Kita harus uri-uri (lestarikan) melalui berbagai macam seni, tradisi, dan budaya sebagai daya tarik pendukung,” tegasnya.
Peresmian Pasar Purba Trinil Art turut dihadiri jajaran pejabat daerah, anggota DPRD Kabupaten Ngawi, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Pemerintah Kabupaten Ngawi menyatakan akan terus memberikan dukungan melalui dinas terkait agar pengelolaan potensi lokal berbasis sejarah dan budaya dapat berkembang secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Telah Dilihat : 4































