Musim kemarau masih berdampak pada keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi. Kondisi tersebut mendorong Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama PMI Jawa Timur dan PMI Kabupaten Ngawi menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Sumberan, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan Ketua PMI Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono. Sebanyak 12 lokasi menjadi prioritas distribusi air bersih, dengan dukungan koordinasi bersama PDAM dan penyedia air untuk menjaga ketersediaan pasokan hingga akhir Agustus.
Ketua PMI Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono menyebut penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah. “Musim yang tidak bersahabat ini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi petani tetapi juga warga di beberapa titik yang membutuhkan perhatian khusus,” kata Budi.
Capaian penanganan kekeringan di Ngawi terus menunjukkan tren positif. Jumlah desa terdampak turun dari 42 desa pada 2023 menjadi 12 desa pada 2026, sedangkan jumlah warga terdampak berkurang dari sekitar 4.700 KK menjadi 640 KK. Pemkab Ngawi turut memperkuat infrastruktur air melalui pembangunan sumur dalam dengan sistem submersible pump di 42 titik pada 2024.
Sementara itu, Ony mengatakan kawasan utara Ngawi yang merupakan wilayah karst masih menjadi tantangan karena kondisi geografisnya menyulitkan pencarian sumber air tanah. “Target kami pada 2027, keterjangkauan air bersih di Ngawi bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.
Untuk memperkuat penanganan jangka panjang, Imam menyampaikan rencana pemetaan sumber air di sekitar wilayah terdampak. Jika ditemukan sumber yang layak hingga jarak 9 kilometer, PMI akan mengupayakan dukungan negara donor untuk penyediaan pompa dan jaringan pipa. “Tujuannya agar warga tidak lagi bergantung pada bantuan tangki air secara terus-menerus,” kata Imam.
Sinergi Pemkab Ngawi dan PMI diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak kemarau sekaligus memperkuat ketahanan air daerah. Bantuan darurat tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, sementara pembangunan infrastruktur dan pencarian sumber air diarahkan untuk mendukung target 100 persen keterjangkauan air bersih pada 2027.
Telah Dilihat : 9































