Sebanyak 228 Santri Tarsana mengikuti wisuda periode pertama program Gerakan Berantas Aksara Al-Qur’an (Gebrakan) di Pendopo Wedya Graha, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Ngawi dan Kemenag Ngawi meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ngawi Mokh. Irsyad mengatakan, Gebrakan merupakan pengembangan dari pembinaan yang sebelumnya dilakukan terhadap 1.665 ASN Kemenag, kemudian diperluas melalui Gerakan Madrasah dan Masyarakat Ngawi Mengaji (Gemangaji). Bersama 53 penyuluh agama Islam, program tersebut dilanjutkan dengan pendataan yang menemukan 9.940 masyarakat belum mampu membaca Al-Qur’an.
Sejak Januari 2026, sebanyak 2.650 masyarakat mengikuti pembinaan melalui Gebrakan setelah para penyuluh mendapat pembekalan Training of Trainers (TOT). Dari jumlah tersebut, 872 Santri Tarsana dinyatakan lulus dan 228 santri mengikuti wisuda periode pertama.
“Dari 1.665 ASN Kemenag se-Kabupaten Ngawi, alhamdulillah semuanya sudah bisa mengaji,” ujar Irsyad.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengapresiasi gerakan tersebut dan menilai kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan hal mendasar bagi seorang muslim. Menurutnya, kemampuan membaca perlu dilanjutkan dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Memang seharusnya bagi kita seorang muslim itu hukumnya wajib bisa baca Al-Qur’an,” tuturnya.
Wisuda tersebut diikuti santri dari berbagai usia, dengan Sri Wahyuni, 32 tahun, dari Kecamatan Ngawi sebagai santri termuda dan Suparni sebagai santri tertua yang akan genap berusia 81 tahun pada 9 September 2026. Ony menegaskan Pemkab Ngawi akan terus mendukung pembinaan bagi masyarakat Muslim agar mampu membaca Al-Qur’an serta menjalankan nilai-nilai kebaikan sesuai syariat.
“Kami terus menata dan mengajak masyarakat Muslim di Kabupaten Ngawi agar mampu membaca Al-Qur’an serta menjalankan nilai-nilai kebaikan sesuai syariat,” pungkasnya.
Telah Dilihat : 1






























