Pelawak kondang kelahiran Ngawi, Mamiek Prakoso tutup usia. Kakak kandung penyanyi campursari Didi Kempot tersebut meninggal karena sakit di Rumah Sakit (RS) Brayat Minulyo, Surakarta sekitar pukul 15.00, kemarin (3/8). Menurut informasi yang diterima , jenazah Mamiek akan dikebumikan di kampung halamannya Dusun Sidowayah, Desa Jengrik, Kedunggalar, Ngawi siang ini. ‘’Meninggal karena sakit komplikasi, dan jenazah dalam perjalanan ke Ngawi,’’ ungkap H. Parni Kades Jengrik, kemarin (3/8).
Menurut Parni, kondisi kesehatan pelawak legendaris itu sebulan terakhir terus menurun. Dia merinci sebelum dirawat di Surakarta, pria 53 tahun itu sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit. Sebelum hari raya Idul Fitri lalu, almarhum dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Ngawi, selama empat hari. Kemudian di rumah sakit swasta di Sragen selama sehari semalam, dan terakhir di RS Brayat Minulyo. ‘’Kondisi kesehatannya memang kurang stabil,’’ tegasnya.
Di rumah duka, lanjutnya, sudah berkumpul sanak saudara begitu mendengar kabar Mamiek meninggal dunia. Rencananya jenazah bapak lima anak itu bakal dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Jengrik. Lokasinya di dekat makam kedua orang tua almarhum. ‘’Sesuai rencana akan dimakamkan esok (hari ini, Red) jam 10.00,’’ tambahnya yang diamini Maryono, Camat Kedunggalar.
Mamiek merupakan anak pelawak Ranto Edi Gudel (alm) yang lahir pada 6 April 1961. Semasa hidup almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah, suka menolong dan baik kepada tetangga. Sementara, Didik Kempot adik almarhum belum bisa dikonfirmasi soal kabar meninggalnya Mamiek. Dia hanya menyampaikan pesan duka cita lewat jejaring media sosial.
|radarmadiun
































