Seleksi Duta Baca Pelajar Ngawi 2016 – Gedung Eka Kapti Ngawi – Foto : Alfa
Buku ibarat jendela dunia. Membaca buku adalah aktivitas positif yang dapat menjadikan kecerdasan manusia menjadi berlipat-lipat. Ibarat jendela rumah yang dibuka lebar-lebar, udara pengap dan suasana gelap di dalam kamar berubah menjadi segar dengan berjuta cahaya. Semangat inilah yang kini sedang ditanamkan kepada generasi muda-mudi Ngawi oleh Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Ngawi dalam serangkaian acara “Ngawi Book Fair 2016” mulai tanggal 06 – 16 Oktober 2016 di Gedung Eka Kapti.
Salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan tersebut salah satunya adalah Pemilihan Duta Pelajar Kabupaten Ngawi Tahun 2016 yang dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Oktober 2016. Ada 134 pelajar dari 25 sekolah setingkat SMP dan SMA se-Ngawi yang ikut mendaftar. Di mulai sejak jam 14.00 hingga jam 16.00 waktu setempat, para peserta diberi soal berupa test tulis yang mencakup berbagai materi seperti pengetahuan umum, kepribadian dan wawasan kepustakaan.
Dengan menggunakan sistem gugur, dari 134 pelajar akan diambil 20 besar yang akan berhak untuk mengikuti serangkaian test berikutnya mulai dari wawancara, kemampuan orasi dan teknik penguasaan panggung.
Kemudian akan diseleksi menjadi 10 besar untuk selanjutnya dipilih dan ditentukan juara 1-3, juara harapan 1-3 dan juara favorit pada tahap grand final yang akan dilaksanakan besok Sabtu, 15 Oktober 2016. Tim juri yang ikut menyeleksi di ajang tersebut adalah tokoh-tokoh nasional yang aktif dalam dunia jurnalistik dan budaya seni sastra seperti Cahyono Widijanto, Daniel Tito Setyo Budi serta Rotmianto Mohamad.
Bertindak sebaga mc, Endah Indrastin salah satu aktifis muda dari Dimas Diajeng Ngawi, mengungkapkan bahwa ajang ini dilaksanakan untuk menjaring generas-generasi muda untuk di daulat sebagai tokoh muda yang bisa memompa semangat membaca bagi seluruh warga masyarakat Ngawi. Menurut wanita cantik yang juga menyabet gelar sebagai Pemenang Putri Muslimah Sophie Paris 2014 ini, generasi muda harus pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan demi menggapai cita-cita.
Salah satu peserta yang bernama Wahyu Tejo dari SMAN 2 Ngawi dalam sebuah sesi wawancara mengungkapkan sempat grogi sebelum mengikuti test, namun akhirnya bisa menyemangati diri dengan membaca buku dan browsing-browsing tentang pengetahuan umum. Lain lagi dengan Safira, pelajar asal Sine ini mengakui ajang ini sangat luar biasa dan bilamana nanti terpilih menjadi Duta Baca Ngawi akan semaksimal mungkin mengajak seluruh warga untuk gemar membaca agar taraf hidup masyarakat Ngawi bisa lebih tinggi.
Bapak Suyatno, salah satu pegawai di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Ngawi mengajak seluruh masyarakat untuk mengunjungi perpusatkaan di kantornya yang mempunyai koleksi lebih dari 40ribu judul buku. Kantor perpustakaan daerah ini buka setiap hari, dan tak pernah libur dengan fasilitas free wifi berkecepatan super.(alfa)
Anda masih muda? Menabunglah untuk masa depanmu dengan membaca sejuta buku.
































