NGAWI — Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kesehatan dikarenakan adanya wabah COVID-19. Dampak negatif selain pada sektor kesehatan mulai terlihat, salah satunya adalah pada sektor pendidikan.
Adanya wabah ini membuat pihak Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengumumkan kebijakan baru terkait dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan yang pada awalnya akan dilaksanakan pada Bulan Juli hingga Agustus diganti menjadi KKN COVID-19.
Bergabung dalam KKN COVID-19 adalah wujud pengabdian kepada masyarakat selama pandemi. Siti Arum Rofi’ah (Arum) merupakan salah satu mahasiswi asal Ngawi yang turut serta dalam pelaksanaan kegiatan KKN yang dimulai 15 Mei hingga 30 Juni 2020 lalu.
Arum melaksanakan KKN COVID-19 di dusun Tambakwatu RT 02 / RW 04, desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi. Ia mempunyai 6 program kerja selama KKN dengan tujuan utama membangun ketangguhan pribadi dan sosial siswa selama pandemi.
Kampanye dengan Gerakan Sekolah Daring Menyenangkan adalah program kerja pertama Arum. Dalam aksinya, Arum mengajak siswa kelas 5 SDN Sidorejo 1 untuk membuat karya dengan alat dan bahan yang sudah disediakan.
“Tujuan dari program ini adalah mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan kegiatan belajar dari rumah,” terangnya kepada redaksi, Kamis (09/07/2020).
Sebagai program kerja kedua, Arum menceritakan bahwa dia mengajarkan pembuatan mind mapping. Dari kegiatan tersebut, siswa bisa mendapat pengetahuan baru tentang pembuatan mind mapping, sehingga bisa diterapkan dalam membuat rencana masa depan seperti skala prioritas dan cita-cita.
Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer UNS ini juga melakukan sharing pengetahuan melalui grup aplikasi pesan sebagai program kerjanya yang ketiga.
Melalui grup tersebut, ia mencoba menyampaikan informasi pengetahuan umum yang dikemas dengan tampilan atau desain menarik, sehingga menjadi mudah dipahami oleh para siswa.
Adapun program kerjanya yang keempat adalah membuat mozaik. Menurutnya, dengan membuat mozaik, siswa bisa bermain sambil belajar. Dengan demikian akan menumbuhkan kreativitas pada siswa.
“Mozaik hasil karya siswa selanjutnya ditempelkan di ruang tamu masing-masing,” ujarnya.
Yang kelima Arum menyampaikan bahwa program kerjanya adalah menghias pot. Dalam hal ini, kreativitas siswa bisa diekspresikan dengan beragam bentuk hiasan yang dibuat yang selanjutnya menjadi pot yang cantik untuk menanam bunga dirumah masing-masing.
Sebagai program yang keenam, Arum membagikan berbagai tip dan trik seputar #dirumahsaja. Arum membuat beberapa informasi yang dikemas menarik dan dibagikan kepada para siswa melalui grup aplikasi pesan yang telah dibuatnya. (*/cse)
































