Pasangan kepala daerah (kada) petahana Budi ’’Kanang’’ Sulistyono – Ony Anwar Harsono (OK) hampir pasti punya penantang. Kejutan datang dari kubu PKB dan Partai Gerindra. Kedua sekutu di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) itu secara resmi menantang pasangan OK untuk bertarung di pilkada Ngawi 2015.
‘’Setelah intens melakukan komunikasi politik, kami berdua sepakat berkoalisi,’’ kata Ketua DPC PKB Ngawi Khoirul Anam Mukmin, kemarin (22/5), seperti dilansir RadarLawu.
Kata dia, PKB-Gerindra sudah meneken perjanjian politik. Dengan kekuatan 9 kursi di DPRD Ngawi atau mengantongi 20 persen, dua partai politik (parpol) ini memproklamirkan diri untuk mengusung bakal calon bupati (bacabup)-bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang maju pada pilkada 9 Desember mendatang.
‘’Perjanjian politik kedua partai tersebut untuk menjawab rasa penasaran publik soal siapa nantinya yang akan menjadi lawan ideal buat incumbent,’’ ujarnya.
Namun Gus Anam — sapaan akrabnya — belum membeber nama bacabup-bacawabup yang bakal diusung. Dijelaskan, persoalan itu bakal dibahas lebih lanjut setelah perjanjian politik tuntas. Namun skenario yang berhembus dengan bergabungnya dua parpol ini bakal mengusung Gus Anam menjadi bacabup. Yang mengundang tanya Kades Klitik Jumirin ikut hadir dalam pertemuan yang digelar di kantor DPC PKB Ngawi. Informasinya, Jumirin berminat untuk berlabuh menggunakan kendaraan politik PKB-Gerindra.
Gus Anam menyebutkan dengan berkoalisi sudah mencukupi bagi PKB-Gerindra mengusung pasangan bacabup-bacawabup. Mengingat, Gerindra memiliki 5 kursi dan PKB 4 kursi. Sehingga total modal koalisi itu menjadi 9 kursi atau 20 persen dari jumlah keseluruhan kursi di DPRD Ngawi. ‘’Maka dari itu kami harus melakukan koalisi agar bisa langsung mengusung cabup-cawabup,’’ terangnya.
Gus Anam sempat membocorkan, ada dua nama yang diusulkan dari partainya. Itu berasal dari internal maupun eksternal. Di internal, kata dia, namanya memang diusulkan oleh sebagian besar pengurus. Sedang, dari luar ada nama Jumirin masuk daftar sebagai calon yang ingin menumpang partai berlambang bola dunia tersebut. ‘’Namun tidak menutup kemungkinan ada nama-nama lain yang ingin maju menggunakan kendaraan kami (koalisi PKB-Gerindra, Red),’’ paparnya.
Namun sesuai isi perjanjian, cabup-cawabup yang akan maju ke pilkada nanti tetap menjadi kesepakatan kedua partai koalisi. Pun, tidak ada jaminan nama Gus Anam maupun Jumirin yang nantinya akan diusung dan menaiki kendaraan partai politik (parpol) hasil koalisi tersebut. ‘’Dari PKB tidak akan mengingkari perjanjian koalisi. Jadi kesepakatan bersama yang nantinya tetap akan menjadi acuan,’’ imbuhnya.
Ketua DPC Gerindra Ngawi Aswan Hadi Najamudin menyebut kesepakatan koalisi itu merupakan hasil komunikasi politik yang dilakukan partainya dan PKB. Pihaknya menyebut sudah ada empat nama calon yang mendaftarkan diri ke partainya. Keempat nama tersebut nantinya akan diproses melalui mekanisme partai yang sudah ditentukan. ‘’Kami akan jaring dulu, kemudian melakukan survei internal. Setelah dirapatkan, nama calon akan kami ajukan ke DPW dan DPP,’’ tandasnya.
Najam –sapaan akrabnya– mengaku optimistis koalisi tersebut bisa mengusung bacabup-bacawabup dan menjadi salah satu kontenstan pilkada Desember mendatang. Menurutnya, selain bermodal 20 persen kursi parlemen, koalisi kedua partai tersebut juga akan memanfaatkan peluang suara dari para pemilih yang bosan dan jenuh dengan pemerintahan saat ini di era Budi ‘’Kanang’’ Sulistyono-Ony Anwar Harsono. ‘’Hasil survei memang ada sekitar 30 persen masyarakat yang sudah jenuh dengan pemerintahan sekarang,’’ ungkapnya.
































