Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka malam kedua Gelar Budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-Alun Ngawi, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan warga tersebut menjadi wujud syukur atas pembangunan daerah sekaligus ruang apresiasi bagi seniman lokal.
Mewakili Bupati Ngawi, Antok menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pembangunan dan aktivitas masyarakat di berbagai sektor, sekaligus mengajak warga terus menjaga kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Ngawi.
“Gelar Budaya ini adalah bentuk rasa syukur Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama seluruh warga masyarakat. Kita bersyukur pembangunan berjalan dengan baik, dan warga dari berbagai profesi dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar. Harapan kita, seluruh warga Ngawi senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan,” ujarnya.
Pada malam kedua, panggung Gelar Budaya dimeriahkan pertunjukan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Ngawi yang menghadirkan sejumlah dalang kondang asal Ngawi dalam satu panggung. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati kawasan alun-alun.
Antok mengatakan, mempertemukan para dalang tersebut bukan perkara mudah karena padatnya jadwal pementasan masing-masing.
“Mencari waktu agar para dalang kondang ini bisa tampil lengkap malam ini sangatlah sulit karena jadwal mereka yang padat. Alhamdulillah, malam ini semua bisa berkumpul bersama teman-teman Pepadi untuk menghibur seluruh warga masyarakat di pagelaran ini,” katanya.
Selain Gelar Budaya, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 juga diisi berbagai kegiatan budaya lainnya. Salah satunya pagelaran wayang kulit yang akan menghadirkan dalang Ki Sigit dari Rembang, serta Pagelaran Tosan Aji di Pendopo Wedya Graha yang telah resmi dibuka.
“Mari bersama-sama kita nikmati dan syukuri usia ke-668 Kabupaten Ngawi ini dengan terus guyub rukun, bergotong royong, dan saling bahu-membahu demi kemajuan pembangunan serta kesejahteraan warga Ngawi,” tuturnya.
Pembukaan malam kedua Gelar Budaya ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Bupati Ngawi. Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk terus merawat warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Ngawi.
Telah Dilihat : 2































