PANGKUR, NGAWI — Semakin maraknya pasar modern, supermarket, minimarket, serta online shop membuat keberadaan pasar tradisional makin tersisih. Namun tidak dengan pasar tradisional yang ada di Ngompro, Pangkur ini.
Berbeda dari pasar tradisional yang biasanya kumuh serta bangunan terkesan apa adanya, di Ngompro, pasar tradisional dikemas menarik. Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Ngompro dibantu tim kreatif menyulap pasar tradisional menjadi tempat yang menyenangkan untuk didatangi.
Kali ini fungsi pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, bahkan bisa dijadikan spot foto menarik saking uniknya pasar ini, hingga dipilih oleh Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) kabupaten Ngawi untuk dilombakan ke tingkat provinsi yang penilaiannya dijadwalkan setelah lebaran nanti.
Kasi Penataan DPPTK Ngawi, Imam Harsanto juga menerangkan bahwa pasar tradisional harus tetap hidup.
“Pasar tradisional juga merupakan lapangan kerja, kita harus pertahanan pasar tradisional demi keberlangsungan hidup banyak orang,” ungkapnya saat ditemui tim KampoengNgawi, Jumat (17/05/2019).
[columns count=”2″]
[column_item][image src=”https://kampoengngawi.com/images/news/2019/pasar-ngompro-2.jpeg” width=”300″ title=”Pasar Desa Ngompro” align=”right”][/column_item]
[column_item][image src=”https://kampoengngawi.com/images/news/2019/pasar-ngompro-3.jpeg” width=”300″ title=”Pasar Desa Ngompro” align=”right”][/column_item][/columns]
Pesona Unik dan Menarik Pasar Ngompro ini tak lepas dari tim kreatif yang diajak oleh kepala Desa beserta dukungan dari para pemuda karang taruna.
“Kami mengajak Mas Isnain sebagai tim kreatif, beliau mengajak para pemuda karang taruna untuk menggambar di tembok pasar (mural) dan sebagainya,” ungkap Joko Purwanto, Kepala Desa Ngompro.
Menurutnya, mempertahankan kearifan lokal juga dapat menambah daya tarik pengunjung. Pasar tradisional tak lagi terlihat kumuh, justru makin indah dan menarik untuk dikunjungi. Sejak 2007 terus membangun dan mengembangkan pasar tradisional hingga saat ini.
“Mulai penataan seperti menggantung payung, gerabah dan melukis, dilaksanakan sekitar satu tahun lalu,” ungkapnya.
Potensi desa Ngompro, kebudayaan dan kearifan lokal dituangkan dalam bentuk lukisan di dinding pasar. Dengan berubahnya pasar Ngompro menjadikan pemasukan dari para pedagang makin meningkat, kesejahteraan juga makin bertambah. (fri/cse)































