Rabu, 20 Juli 2016 , keempat pasang Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi mengikuti Kirab Pusaka 2016. Prosesi sakral kirab pusaka dimulai dari Desa Ngawi Purba dan diarak menuju pusat pemerintahan Ngawi. Kirab pusaka disertai arak-arakan 13 Kereta Kuda dari Keraton Solo dan 160 prajurit. Selain itu, juga disertai Kirab Gunungan Lanang dan Wadon yang menunjukan rasa syukur kepada Tuhan atas karunia dari hasil bumi.
DimdiNgawi Ikuti Prosesi Kirab Pusaka. Melalui Akun Instagramnya, Dimas Diajeng Ngawi yang merupakan Duta Wisata Ngawi memberikan penjelasan tentang gunungan. Gunungannya itu merupakan sedekah pak Bupati, titah pak Bupati kepada masyarakat untuk mengumpulkan hasil bumi, kemudian di kembalikan lagi ke masyarakat. Sesepuh agung Ki Suharno Ilham, mengatakan Pusaka kabupaten Ngawi meliputi Tombak Kyai Singkir, Tombak Kyai Songgolangit, Payung Tunggul Warono dan Payung Tunggul Wulung. Menurutnya pusaka tersebut memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Ngawi.
Lebih lanjut disampaikan oleh admin Dimas Diajeng Ngawi bahwa, Pusaka Kyai Singkir bermakna untuk menyingkirkan bahaya yang akan masuk ke kabupaten Ngawi, kemudian di tamengi Songsong Tunggul Warono untuk menahan angina, Pusaka Tombak Kyai Songgolangit untuk menahan mara bahaya dari lagi dibantu dengan Songsong Tunggul Wulung. Sehingga bahaya dari darat tertahan, dari atas tertahan, diharapkan Ngawi menjadi tempat yang aman tentram.(cse)
































