Pemilihan dimas diajeng atau duta pariwisata kabupaten Ngawi masih menjadi ajang yang paling diminati dan bergengsi oleh para muda mudi Ngawi. Dispariyapura yang bekerjasama dengan Paguyuban Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi kali ini kembali membuka kesempatan untuk para muda mudi Ngawi untuk bergabung dalam Paguyuban Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi.
Pendaftaran sudah dibuka sejak awal Juli kemarin, dan tercatat ada 100 calon diajeng dan 50 calon dimas yang pada 4 agustus sudah melalui serangkaian tes, mulai dari tes tulis, tes wawancara,tes psikologi, dan tes bakat. Malam tadi (6-08-16) adalah malam Fashion Show Dimas Diajeng Ngawi 2016 sekaligus penentuan 10 besar dimas dan 10 besar diajeng yang nantinya akan dikarantina untuk kembali mengikuti grand final duta wisata pada tanggal 27 Agustus 2016 bertepat di Alun-alun Ngawi.
Kemeriahan malam Fashion Show Dimas Diajeng Ngawi 2016 terbukti dengan banyaknya penonton yang memenuhi jalan tengah alun-alun ngawi yang dijadikan lokasi peragaan busana. Dan tentunya calon dimas serta calon diajeng Ngawi ini memperagakan busana dengan menggunakan batik Ngawi. Batik beraneka motif yang menggambarkan keadaan, sejarah, wisata dan kekhasan dari Ngawi itu sendiri, tentunya akan lebih menambah keeleganan dan terlebih lagi pengetahuan tentang Ngawi. Adapun juri untuk peragaan busana kali ini ada 3 orang, yaitu Ari Biana (Fotografer), Imam Mustofa (Designer), dan Riskawati Tanundyana (Finalis Puteri Indonesia 2015). Aacara peragaan busana diawali dengan tari gebyar batik oleh diajeng wulan, kemudian sambutan sekaligus membuka acara oleh bapak Mahmud selaku perwakilan dari Dispariyapura.
Selain penampilan dari diajeng wulan, juga ada dari Dimas bayu (dimas 2008), dan Diajeng Sophia (Diajeng terpilih 2015) yang juga merupakan finalis 16 besar X-Factor RCTI.
Ini membuktikan bahwa duta pariwisata kita bukan hanya cantik ataupun tampan tapi juga cerdas serta berbakat. Meski tidak semua calon dimas serta calon diajeng pernah melakukan catwalk sebelumnya tapi di malam peragaan tadi malam mereka berusaha menampilkan yang terbaik guna bersaing memperebutkan quota 10 besar dimas dan 10 besar diajeng.
Langkah yakin serta percaya diri yang jadi modal utama dalam peragaan busana. Meski penilaian tidak hanya dari peragaan busana namun ini merupakan tes tahap akhir dari serangkaian tes yang harus dilewati calon dimas dan diajeng.
Seusai calon dimas dan calon diajeng memperagakan busana juga ada fashion show dari para dimas dan diajeng yang mengenakan busana batik ngawi rancangan Fitri Andono Warih. Jeda sejenak lalu panitia mengumumkan 10 besar dimas dan 10 besar diajeng, dan ini merupakan akhir dari rentetan tes yang mereka jalani.
[quote]
“Untuk dimas dan diajeng terpilih saya harap jangan sombong ya, dan yang belum terpilih jangan berkecil hati, kalian tetap hebat, jangan pantang menyerah untuk coba lagi tahun depan, kita masih terus membuka kesempatan” ucap Mustofa, salah satu juri peragaan busana.
[/quote]
Peragaan busana telah usai, dimas diajeng terpilih bisa bernafas lega sebelum kembali bersaing di grand final tanggal 27 Agustus 2016. (Fri)
|Foto: Friliyana
































