Kapolres Ngawi berfoto bersama tiga pilar kecamatan Geneng. Foto-FB/Sadik
GENENG – Kecamatan Geneng menjadi lokasi Kunjungan Kerja (Kunker) dari Kapolres Ngawi yang baru, AKBP Nyoman Budiarja SIK, MSi, Kamis (30/03/2017).
Kapolres Ngawi bertemu dan bersilaturrohim dengan tiga pilar yang ada di kecamatan Geneng yakni, Tokoh Politik, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat sekaligus menyampaikan beberapa hal terkait dengan keamanan, isu yang berkembang, kemudahan pelayanan serta terkait polsek mandiri.
“Sejauh ini, keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum aman hanya saja angka kecelakaan di Ngawi memang sangat tinggi. Untuk itu seluruh masyarakat harus berkesadaran tinggi dalam berkendara,” ujar Nyoman dalam sambutannya.
Menanggapi isu penculikan anak, Nyoman menyampaikan bahwa hal itu adalah hoax, tidak benar, dan tidak perlu menjadi sebuah kekhawatiran yang berlebihan.
Sedangkan dalam hal pelayanan, Kapolres yang baru serah terima jabatan bulan Februari lalu ini menegaskan bahwa akan memudahkan warga dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Untuk kemudahakan pembuatan SIM, kami akan buatkan buku materi yang diberikan kepada masyarakat dan membuat training – training khusus di desa,” tegas Kapolres.
Kapolres Ngawi: Kasreman dan Gerih Perlu Polsek Mandiri. Hal ini berkaitan dengan pemekaran kedua kecamatan tersebut, untuk kemudahaan kontrol dan juga pelayanan kepada masyarakat, perlu adanya polsek mandiri.
Sementara itu, Sadik MPD, Anggota DPRD Ngawi sebagai salah satu perwakilan dari tokoh politik menyampaikan dukungannya terhadap apa yang disampaikan oleh Kapolres, khususnya kesadaran berkendara bagi masyarakat agar tertib karena angka kecelakaan lebih banyak terjadi bukan di jalan nasional.
Terkait adanya Polsek Mandiri di 2 kecamatan pekemaran, Sadik pun berharap Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan langkah – langkah kongkrit untuk pengadaan area, karena pihak polisi siap membangun jika ada area.
“Hal ini perlu segera dilakukan karena menyangkut kepentingan masyarakat dalam pelayanan administrasi dan juga kepentingan keamanan dan ketertiban masyarakat,” terang Sadik kepada redaksi. (ske/cse)
































