LOMBOK — Gempa Lombok yang terjadi di bulan Agustus lalu menyisakan puing-puing reruntuhan rumah dan fasilitas umum yang masih belum dibangun kembali. Berbagai lembagai dan komunitas berjibaku membantu warga terdampak gempa mulai dari distribusi logistik, mengajar, dan juga trauma healing.
Seperti halnya yang dilakukan oleh KampoengEdukasi, salah satu lembaga edukasi kreatif yang berkantor pusat di Ngawi ini melaksanakan program Edukasi Ceria, sebuah program Trauma Healing untuk anak-anak di lokasi gempa.
Sudah Setengah Bulan Tim Relawan KampoengEdukasi Berbagi Ceria di Lombok. Sejak 2 September 2018 lalu, tim KampoengEdukasi secara penuh telah menjalankan program Trauma Healing untuk anak-anak dalam bentuk kegiatan Experiential Learning, Trauma Special Treatment, dan semangat meraih cita-cita.
Dodi Kurniadi Wibowo, Manajer KampoengEdukasi yang juga Koordinator Tim Trauma Healing menyampaikan bahwa program ini akan dijalankan selama kurang lebih 1 bulan. Pihaknya juga menjelaskan selama 15 hari ini telah berkeliling di beberapa posko di daerah Lombok Utara.
“Selain Trauma Healing, kami juga mendistribusikan bantuan logistik. Alhamdulillah, beberapa donatur telah menitipkan bantuannya kepada kami dan semua telah tersalurkan,” jelasnya.
Sedikitnya ada 4 orang tim inti dari KampoengEdukasi yang berkantor di Jalan Trunojoyo no. 41 B Ngawi ini diterjunkan untuk program Trauma Healing di Lombok. Selain itu, seperti dijelaskan oleh Dodi, di Lombok tim KampoengEdukasi bersinergi dengan relawan lokal untuk lebih optimal dalam menjalankan program.
Dodi bersama tim biasanya melakukan Live In selama 1 hari 1 malam di lokasi yang terdampak gempa dengan beberapa agenda seperti bermain dan belajar bersama anak-anak, menghibur warga dengan nonton bersama, serta melakukan kerja bakti membangun musala.
“Program ini tentunya tidak akan berhenti sampai di sini, kami berharap saudara-saudara di Lombok ini bisa segera bangkit dan bisa produktif kembali menatap masa depan,” tegasnya.
Rencananya, sebagai tindak lanjut dari program ini akan dilaksanakan beberapa program lain yang fokus pada pemberdayaan masyarakat desa yang pastinya akan sangat memerlukan dukungan dari setiap pihak baik donatur maupun tim relawan. (kn/cse)
































