NGAWI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi yang memetakan desa-desa rawan krisis air bersih menyatakan bahwa ada sedikitnya 45 desa yang saat ini mengalami kesulitas air bersih.
Seperti keterangan yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Eko Heru Tjahjono, dari 45 desa tersebut, 30 Desa di Ngawi Krisis Air Bersih dan Dinyatakan Berstatus Kering Kritis.
“Sebanyak 30 desa dinyatakan krisis air bersih atau kering kriti, sisanya hanya kesulitan air bersih, namun belum kritis,” ujar Eko.
Berdasarkan data BPBD Ngawi, yang paling banyak terdampak kekeringan adalah kecamatan Karanganyar dengan delapan desa. Wilayah yang masuk dalam kategori kering kritis ini di antaranya sebagai berikut :
- 2 Desa di Kecamatan Ngawi
- 5 Desa di Kecamatan Pitu
- 2 Desa di Kecamatan Kedunggalar
- 8 Desa di Kecamatan Karanganyar
- 7 Desa di Kecamatan Bringin
- 3 Desa di Kecamatan Karangjati
- 2 Desa di Kecamatan Kasreman
- 1 Desa di Kecamatan Padas
30 Desa di Ngawi Krisis Air Bersih dan Dinyatakan Berstatus Kering Kritis. Pihak BPBD Ngawi akan berupaya semaksimal mungkin melakukan pengiriman bantuan air bersih secara berkala dan terjadwal ke desa-desa yang mengalami kekeringan kritis, seperti ke desa Cantel dan Dumplengan di kecamatan Pitu. Selain itu, juga terus melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Jawa Timur terkait penganangan kekeringan. (kn/cse)
































