Desa Wisata dan Bumi Perkemahan Selondo

Bumi Perkemahan Selondo terletak di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, berjarak 30 Km dari pusat kota Ngawi. Letaknya yang berada di kaki Gunung Lawu membuat Selondo memberikan hawa yang sangat sejuk dan nyaman.

Selondo berasal dari kata selo(jawa) yang mempunyai arti batu dan ondo(jawa) yang mempunyai arti tangga, Selondo berarti tangga batu. Kawasan ini biasa digunakan sebagai Bumi Perkemahan (buper) oleh berbagai komunitas. Pemandangan yang indah berlatar belakang hutan pinus serta kesejukan udara pegunungan mendukung kegiatan adventure dan penjelajahan serta out bond.

Medannya yang naik turun cocok untuk menguji kekuatan fisik para pengikut organisasi kemanusiaan maupun kemasyarakatan. Terdapat pula sebuah sungai yang indah dengan jembatan layang yang membelah sungai tersebut, terdapat pula area rock climbing bagi yang punya nyali dan bernuansa meningkatkan adrenalin.

Karena pemandangannya yang indah seringkali juga digunakan dalam mengisi liburan dan kenangan lulusan sekolah-sekolah di Kabupaten Ngawi dan juga luar wilayah Ngawi. Wisata selondo ini dengan pesona alamnya mampu menarik wisatawan baik dari daerah Ngawi maupun dari luar kota Ngawi.

Kedepan, Selondo Village yang menempati areal seluas 3 hektar ini akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam renang, tempat pertemuan, restoran dan beberapa kios yang menjajakan hasil khas masyarakat sekitar termasuk hasil agrobisnis berupa sayur mayur.

Seperti yang diungkapkan Hari Pramono salah satu tokoh masyarakat Desa Ngrayudan, “Untuk sekarang proses pengerjaanya baru rampung sebagian saja seperti kolam renang itu, dan nantinya akan terus kita pacu guna meningkatkan pendapatan warga sekitar demikian juga daerah,” kata Hari Pramono, Kamis (23/5).

Terangnya, untuk membangun areal Selondo Village memang tidak semudah membalikan tangan tetapi perlu adanya suport dan kepercayaan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah sendiri.

Hari Pramono yang juga kepala desa setempat ini lebih lanjut membeberkan, untuk mewujudkan mimpi akan hadirnya Selondo Village diperlukan modal yang tidak kecil.

Untuk saat ini dirinya sudah menggelontorkan dana tidak kurang Rp 300 juta dari kocek pribadi untuk membuat kolam renang dan saranan lainya.

“Untuk memberikan karya nyata memang dibutuhkan keberanian menanam investasi disitu (Selondo Village-red), pada dasarnya modal kita tersebut sebagai bentuk stimulan bagi pemerintah daerah dan investor,” terangnya lagi.

Saat sekarang kata Hari Pramono sudah melakukan pembicaraan dengan salah satu investor asal Surabaya yang dimediatori oleh Pemkab Ngawi.

Untuk sementara kondisi infrastruktur khususnya jalan yang menghubungkan Selondo Village dengan daerah disekitarnya sangat memprihatinkan. Terutama pada pintu masuk menuju lokasi ada sekitar 150 meter kondisi jalanya masih berupa bebatuan.

Dengan demikian sangat dikhawatirkan dalam penataan ruang wisata yang bakal menjadi ikon Kabupaten Ngawi ini sedikit banyak mengurangi minat bagi pihak ketiga didalam menanam investasi.

“Kalau toh Selondo akan dijadikan pilot project seharusnya Pemkab Ngawi segera memberikan regulasi jelas dalam hal ini dana stimulan jadi jangan setengah hati,” kata Mudzakir, warga Ngawi Kota.

|Beberapa Sumber

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com