Pendidikan

25 Mahasiswa KKN UGM Dukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo

NGAWI — Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2020 di kabupaten Ngawi secara daring (online).

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Ir. Irfan Priyambada, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa harus kreatif di dalam menyusun program kerja KKN meskipun diselenggarkan secara daring sesuai dengan arahan dari rektor UGM.

Selain pengembangan wisata, Irfan menyebutkan mahasiswa bisa mengembangkan berbagai tema program KKN, seperti mencerdaskan masyarakat menghadapi kenormalan baru (new normal), peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta penguatan ekonomi pedesaan.

Periode 2 Tahun 2020 kali ini, 25 mahasiswa tersebut melaksanakan KKN-PPM di Desa Jaten dan Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi dengan tema Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo, Ngawi.

Selain bermitra dengan pemerintah kabupaten (pemkab) Ngawi, ada pula yang berminat untuk bekerja sama mendukung program KKN tersebut antara lain Perkebunan teh Jamus PT Candi Loka, Pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN), Saka Wanabakti, dan Komunitas Pekarangan dan Kebun Pangan Indonesia.

Baca Juga :   Pawarta Jatim

Sebagaimana diketahui, kecamatan Jogorogo merupakan bagian dari wilayah pengembangan daerah wisata Kenebejo yang berada di lereng utara Gunung Lawu, yang meliputi kecamatan Kendal, Sine, Ngrambe, dan Jogorogo.

Pengembangan daerah wisata Kenebejo juga difungsikan sebagai wilayah perlindungan serta pelestarian keanekaragaman hayati dan sumber mata air di kabupaten Ngawi, khususnya di lereng Gunung Lawu.

Pemkab Ngawi mengusulkan perlunya pendampingan mengenai pemanfaatan limbah sekitar rumah, pakan ikan alternatif, pengembangan industri rumah tangga, dan pangan olahan, serta budidaya tanaman hias. Desa Jaten didominasi sektor pertanian, perikanan, peternakan, tanaman pangan, dan hortikultura.

Adapun beberapa program yang disusun oleh mahasiswa KKN-PPN UGM kali ini di antaranya, penyusunan master plan Desa Jaten dan Desa Brubuh, pemberdayaan perangkat desa dan pemuda guna optimalisasi website desa dan media sosial untuk mendukung promosi wisata alam dan inisiasi homestay di lereng utara Gunung Lawu.

Selain itu juga mencerdaskan masyarakat mengenai kenormalan baru dan protokol kesehatan yang benar, mengolah limbah organik rumah tangga dan pertanian menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dengan teknologi ember tumpuk, serta memproduktifkan pekarangan selama pandemi COVID-19 dengan tanaman pangan, herbal dan hias. (cse)

Baca Juga :   Rumah Dinas Wagub "diGusur"
Tags
Show More

KampoengNgawi

Media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi, kabar ngawi, kabar desa, pemerintahan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Email : redaksi@kampoengngawi.com

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =

Back to top button
Close