NGAWI — Dalam rangka finalisasi program kerja, mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 4 Tahun 2023/2024 melakukan studi tiru beberapa objek wisata di Kabupaten Ngawi. Salah satunya adalah Sumber Koso yang berada di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, 21 Desember 2023.
Sebelum menjadi objek wisata terkenal, Sumber Koso merupakan tempat yang wingit di pinggiran desa, berbatasan dengan perkebunan teh Jamus milik PT Candi Loka.
Terdapat pohon-pohon besar, kolam, mata air, dan sungai yang mengalir membelah desa. Menurut masyarakat setempat, di sini banyak mitos yang masih dipercaya, sehingga masyarakat tidak begitu berani mengelola sumber mata air tersebut.
Pada pertengahan tahun 2018, mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 (JI002) menginisiasi Sumber Koso dengan program “Tanam Bungaku, Indah Tamanku”. Menurut Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada waktu itu, KKN-PPM bertemakan “Inovasi Homestay, Kuliner Khas, Cinderamata dan Atraksi Budaya Menuju Desa Wisata Hijau Girikerto di Lereng Utara Gunung Lawu”.
Mahasiswa KKN pun berhasil membentuk dan melatih Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Girikerto, Kecamatan Sine serta memulai kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan UMKM, Kabupaten Ngawi, dan PT Candi Loka.
Kemudian KKN-PPM UGM berlanjut pada Periode 4 Tahun 2018 (JI044) dengan mengusung tema “Pengembangan Obyek Wisata Baru dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata Hijau di Lereng Utara Gunung Lawu”.
Kini Sumber Koso semakin berkembang. Pokdarwis Girikerto pimpinan Rudi memiliki peran dan kontribusi sangat penting dalam mengelola dan mengembangkan tempat wisata ini.
Sumber Koso terletak di lereng Gunung Lawu dan memiliki sumber air yang melimpah. Saat pengunjung pertama kali menuju tempat ini akan disuguhi deretan pohon pinus, berbagai taman berwarna warni, dan hamparan rerumputan nan asri.
Objek utama Sumber Koso adalah kolam yang menampung sumber mata air jernih di bawah rindangnya pepohonan. Di dalamnya, berbagai jenis ikan penuh warga berenang bebas. Para pengunjung dapat pula memberikan makan ikan dengan membeli pakan di lokasi.
Di dalam objek wisata ini juga tersedia area camping untuk memasang tenda, berbagai pilihan spot foto, panggung musik terbuka, cafe open sky untuk menikmati suasana Sumber Koso, arena bermain anak, aula, dan lain sebagainya.

Menurut mahasiswa Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Sekolah Vokasi UGM, Fadhila Aisha Hasna menuturkan bahwa tempat ini sangat cocok sebagai tempat healing dan liburan dengan estimasi waktu yang cukup panjang berkat akses makanan, penginapan dan toilet yang sangat mudah dijangkau.
Bagi Fadhila, tempat ini bisa menjadi sumber inspirasi dan pendorong semangat mahasiswa KKN-PPM UGM untuk turut mengembangkan dan meningkatkan pula potensi alam di lokasi KKN. Kebetulan Kecamatan Kendal sudah memiliki Bumi Wisata Cekok Mondol yang berlokasi di Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.
Sementara itu, Atus mengungkapkan bahwa sebelum Sumber Koso berdiri, mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2017 (JTM-05) telah sukses menyelenggarakan “Girikertourism Festival” di Desa Girikerto, Sabtu/29 Juli 2017. Acara ini merupakan kegiatan puncak dari serangkaian program KKN yang dilakukan mahasiswa UGM dengan mengusung tema desa wisata.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ngawi waktu itu, Ir. Budi Sulistyono yang juga merupakan alumni UGM turut serta memeriahkan acara. Bupati Ngawi juga melakukan penandatanganan sertifikat sekaligus meresmikan Desa Wisata Hijau Girikerto (DeWiGiri).
Selain pameran budaya dan hasil produk dari masing-masing dusun, tersaji pula festival minum teh. Berkat bantuan PT. Candi Loka, festival minum teh ini berhasil diikuti oleh sekitar 500 pelajar Ngawi, termasuk 3 wisatawan mancanegara asal Belanda yang mampir untuk ikut berpartisipasi.
Festival ini merupakan langkah lanjutan yang sudah diusahakan mahasiswa KKN-PPM UGM sejak 2014 untuk menginisiasi branding desa wisata di Girikerto.
































