Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan penanganan terpadu terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kedunggalar, mulai dari langkah darurat, penyaluran bantuan, hingga kajian penyebab kejadian guna mencegah dampak serupa terulang.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok) bersama jajaran BPBD Kabupaten Ngawi dan Forkopimcam meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Durenan, Desa Kedunggalar, Jumat (23/1/2026), sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Antok menjelaskan, banjir terjadi pada Selasa (21/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB akibat meningkatnya debit air secara mendadak dari wilayah hulu. Arus deras menyebabkan luapan sungai yang merendam permukiman warga di sejumlah desa.
“Wilayah terdampak meliputi Jati Gembol, Begal, Wonorejo, Kedunggalar, hingga Jenggrik. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun terdapat kerusakan material pada rumah warga yang memerlukan pembersihan,” ujarnya.
Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Ngawi bersama pemerintah desa dan Forkopimcam melakukan pendataan dampak serta koordinasi penanganan darurat. Bantuan disalurkan melalui sinergi BPBD Kabupaten Ngawi, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Sosial.
Selain penanganan darurat, Pemkab Ngawi juga mulai melakukan kajian terhadap faktor penyebab banjir, termasuk kemungkinan pengaruh keberadaan jembatan dan karakter alur sungai yang berkelok.
“Faktor-faktor penyebab akan kami kaji agar ke depan dapat diminimalkan dan kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Telah Dilihat : 1































