NGAWI — Sebagai wujud nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Kelompok KKN 97 Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan program pemberdayaan ekonomi kreatif di Desa Geneng.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Ecoprint pada Totebag dan Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026 lalu di Balai Desa Geneng dengan melibatkan enam puluh anggota Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Program yang diikuti dengan penuh antusias ini dirancang untuk membuka peluang lapangan kerja mandiri dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga melalui produk bernilai jual tinggi, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mental para pesertanya.
Ecoprint, Keterampilan Kreatif dan Media Stress Release Sesi pertama pelatihan berfokus pada teknik ecoprinting pada media totebag. Selain memberikan keterampilan teknis (upskilling) dalam memproduksi barang fesyen ramah lingkungan, pembuatan ecoprint diketahui memiliki manfaat terapeutik.
Proses menata daun dan memukul-mukul kain secara ritmis untuk mengeluarkan pigmen alami dapat menjadi sarana stress release bagi ibu-ibu PKK di sela kesibukan rumah tangga.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan menenangkan. Kami tidak hanya belajar membuat tas yang cantik, tapi juga merasa lebih rileks setelah mempraktikkannya. Ini benar-benar meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri kami untuk berkarya,” ujar Sundari salah satu anggota PKK Desa Geneng.
Penguasaan teknik ini diharapkan mendorong munculnya wirausaha baru yang selaras dengan prinsip ekonomi hijau.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif via Limbah Dapur Melengkapi aspek kreativitas tersebut, sesi kedua fokus pada pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Dengan sentuhan inovasi, limbah rumah tangga yang merusak lingkungan diubah menjadi komoditas ekonomi yang dekoratif. Hal ini sejalan dengan target SDGs 8 dalam mendorong produktivitas masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang ada menjadi produk bernilai jual.
“Kami diajarkan bagaimana mengemas produk ini agar layak jual sebagai suvenir. Ini adalah peluang tambahan pendapatan yang sangat mungkin kami kerjakan dari rumah,” tambah Ika, anggota PKK lainnya.
Ketua Kelompok KKN 97 UNS Muhammad Feri, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah stimulasi pertumbuhan ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat yang berdaya saing.
“Sesuai dengan semangat SDGs 8, kami ingin memastikan anggota PKK memiliki keterampilan yang produktif dan kompetitif. Produk ecoprint dan lilin aromaterapi ini adalah instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi. Jika dikelola secara kolektif, ini akan menjadi sumber pekerjaan layak yang menyerap potensi lokal Desa Geneng,” jelasnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Desa Geneng dapat ter-akselerasi secara inklusif, berkelanjutan, dan didukung oleh masyarakat yang memiliki kesejahteraan mental yang baik. **































