Exclusive Interview PJ Upacara di Puncak Lawu
Kali ini reporter KampoengNgawi secara eksklusif berkesempatan mewawancarai Mas Rusdi terkait acara yang telah digagas AGL Indonesia bekerjasama dengan Perhutani Karanganyar. Rusdianto yang akrab dipanggil Tepok sebagai ketua umum komunitas Anak Gunung Lawu (AGL) yang pada upacara 17 Agustus 2016 di Telaga Kuning berperan sebagai Pembina Upacara. Berikut petikan wawancara eksklusif kami.
[toggles initial=”1″]
[toggles_item title=”Apa yang melatarbelakangi munculnya ide acara upacara HUT RI Ke-71 di Puncak Lawu (Telaga Kuning). Mungkin bisa diceritakan! “]Memanfaatkan momen hari kemerdekaan RI yang selalu ramai didatangi para pendaki dari seluruh Indonesia bahkan ada pendaki dari luar negeri yang ingin merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus. Jadi kami komunitas AGL Indonesia bekerjasama dengan Perhutani ingin mengakomodir dan memprakarsai ide upacara kemerdekaan di Puncak lawu yang tepatnya dilaksanakan di Telaga Kuning. Dengan adanya acara ini yang sebelumnya kami sosialisasikan lewat media sosial para pendaki dari berbagai asal daerah bisa berkumpul ikut melaksanakan upacara bendera dalam rangkan HUT RI Ke-71 bersama-sama. Selain itu di Gunung Lawu view nya juga sangat menarik dan suasananya tenang jadi terasa lebih khitmad untuk melaksanakan upacara HUT RI Ke-71 ini.[/toggles_item]
[toggles_item title=”Apakah acara ini baru pertama dilaksanakan atau sudah agenda rutin dari AGL Indonesia?”]Ya acara ini merupakan acara rutin setiap tahun diadakan bertepatan momen hari kemerdekaan RI. Acara ini sudah berjalan kira-kira 10 tahunan lebih.[/toggles_item]
[toggles_item title=”Selain upacara bendera adakah acara lainnya?”]Selain rutin mengadakan upacara HUT RI Ke-71 kami juga ingin mengajak para pendaki/pecinta alam untuk ikut bersih-bersih gunung. Jadi setiap orang bersama melakukan kerjabakti membersihkan sampah2 yang ada di puncak lawu dan sepanjang rute perjalanan pendakian via Cemoro Kandang. Dengan harapan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan alam ini bahwa sampah sudah menjadi problem para pendaki yang seharusnya setiap pendaki membawa sampahnya masing2 tetapi yang terjadi tidak sedikit pendaki yang kurang peduli dengan alam meninggalkan sampahnya di Gunung Lawu ini. Saya rasa tidak hanya di G. Lawu tetapi di tempat2 lain kasusnya juga tidak beda jauh. Ini masalah besar dan harus disadari oleh semua orang dan lewat event ini kami ingin mengedukasi teman2 agar lebih peduli dengan alam disekitar kita.[/toggles_item]
[toggles_item title=”Apa yang spesial dalam acara ini?”]Selain itu panitia juga menyediakan kupon hadiah untuk para pendaki dengan syarat harus melakukan start dan finish pendakian lewat jalur Cemoro Kandang, trus ikut upacara bendera, ikut bersih-bersih sampah dg membawa sampahnya turun jadi 1 tiket naik dan 1 kantong sampah dapat ditukar dengan 1 kupon hadiah yang akan diundi di pos Cemoro Kandang. Hadiahnya macam-macam, ada jaket gunung, tenda, tas, sepatu, kaos, kompor lapangan, jelana pdl, buff, gelas cantik, dll yang total hadiahnya 10 juta. Harapannya dengan adanya hadiah ini bisa lebih menarik pendaki untuk ikut upacara bendera di Puncak Lawu (Telaga Kuning) dan ikut bersih-bersih gunung Lawu.[/toggles_item]
[toggles_item title=”Bagaimana animo peserta upacara HUT RI Ke-71 tahun ini?”]Setiap tahun agenda upacara HUT RI selalu ramai diikuti oleh para pendaki yang ingin merayakan hari kemerdekaan RI di Puncak Lawu. Sama halnya dengan pelaksanaan kali ini juga ramai. [/toggles_item]
[toggles_item title=”Harapan untuk pelaksanaan tahun depan bagaimana?”]Ya semoga pelaksanaannya semakin meriah lagi dan pesertanya juga semakin banyak. Selain itu harapan kami diluar event ini para pendaki juga semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan alam terutama masalah sampah dan dapat mengetahui cara membuat api unggun yang baik dan aman.[/toggles_item]
[/toggles]
Itulah Exclusive Interview PJ Upacara di Puncak Lawu dengan reporter KampoengNgawi, tentunya akan banyak manfaat yang bisa diambil dari event – event seperti ini, selain menyalurkan hobi, juga sebagai wujud sosial dan kepedulian kita terhadap alam. (tq)
































