Desa Wisata Brubuh Suguhkan Aneka Wahana untuk Manjakan Wisatawan

ATV Sawah, salah satu wahana menarik di Desa Wisata Brubuh. Foto : IG/Wijang78

JOGOROGO, NGAWI — Satu lagi destinasi wisata di kabupaten Ngawi yang bisa memanjakan Anda dengan berbagai suguhan wahana menarik.

Trijoko, Kepala desa Brubuh didampingi ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), Haryono meresmikan Desa Wisata Brubuh, Kamis (06/06/2019) bertepatan dengan hari kedua lebaran 2019 (Syawal 1440 H).

Dalam sambutannya, Trijoko menyampaikan banyak terimakasih kepada semua tim yang telah menyukseskan terwujudnya Desa Wisata Brubuh yang tak lepas dari semangat para pemuda setempat penggagas desa wisata yang diketuai oleh Danang Kurniadi.

“Ini bukan sulap, terwujudnya desa wisata Brubuh tak lepas dari kerja keras tim baik dari BUMDesa, masyarakat, serta tim kreatif dari KampoengEdukasi,” ungkapnya.

Peresmian Desa Wisata Brubuh ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kepala Desa, disaksikan oleh Ketua BPD, BUMDesa Duta Karya, KampoengEdukasi, serta masyarakat yang turut mewujudkan desa wisata.

Desa Wisata Brubuh Suguhkan Aneka Wahana untuk Manjakan Wisatawan. Sedikitnya ada 8 wahana yang bisa kita nikmati di desa yang masuk dalam wilayah administratif kecamatan Jogorogo ini.

Flying Fox 200 m di atas sawah warga, River Tubing dengan jalur 1,5 km, Hammock Susun, Kayangan Swing, High Swing, Track Sepeda Gunung, ATV sawah (roda 4) dan ATV trail. Dengan lintasan 200 m ini, Desa Wisata Brubuh juga tercatat sebagai pemilik lintasan wahana Flying Fox terpanjang se-kabupaten Ngawi ditambah dengan pemandangan alam nan hijau.

Sementara itu, Danang Kurniadi kepada redaksi menyebutkan bahwa ini masih dalam tahap awal mewujudkan semua wahana di Desa Wisata Brubuh yang telah ia konsep bersama tim yang lain.

“Ini baru awalan, kami belum berhenti melakukan perbaikan, kolam renang belum dibangun, serta perbaikan wahana yang lain,” ungkap Danang selaku koordinator penggagas Desa Wisata Brubuh.

Danang mengungkapkan semua lahan wisata merupakan milik warga, sekitar 30 warga di dusun Kayangan tersebut merelakan tanahnya untuk dijadikan wisata, nantinya bila sudah tertata akan diberlakukan sistem bagi hasil.

“Tim kita sudah menyiapkan desa wisata sudah sejak bulan Januari, penataan tanaman padi yang dikombinasi dengan padi Black Madras (dari Korea) juga sudah direncanakan sejak tanam, sehingga ketinggian padi serta warnanya juga bisa menjadi daya tarik,” ujarnya.

Sebagaimana diinformasikan oleh pihak pengelola, Desa Wisata Brubuh yang berada di dusun Kayangan ini digadang-gadang akan menjadi alternatif wisata alam favorit di kabupaten Ngawi dengan berbagai pilihan wahana yang sangat menarik.

“Kami usahakan dalam dua tahun ke depan untuk memaksimalkan pembangunan kolam renang serta perbaikan infrastruktur,” imbuh Danang.

Desa Wisata Brubuh akan dibuka setiap hari pada jam 08.00-12.00 kecuali hari Jumat yang buka pada 13.00-16.00 dengan tiket masuk Rp 5 ribu/orang.

Berikut ini adalah daftar tarif khusus wahana di Desa Wisata Brubuh :

  1. Flying Fox (Rp 20 ribu/orang)
  2. Hammock susun (Rp 5 ribu/orang/10 menit)
  3. Kayangan Swing/Ayunan kotak (Rp 10 ribu/orang/10 menit)
  4. High Swing/Ayunan pohon jati (Rp 10 ribu/orang/10 menit)
  5. Mini trail (Rp 15 ribu/orang/10 menit)
  6. All Terrain Vehicle (ATV) Sawah (Rp 40 ribu/orang/30 menit)
  7. Sepeda MTB (Rp 15 ribu/orang/30 menit)
  8. River Tubing Jalur Pendek (Rp 20 ribu/orang)

Pastinya dengan konsep yang telah disiapkan oleh tim Desa Wisata Brubuh ini, berbagai fasilitas serta wahana yang ada akan menjadikan Desa Brubuh menjadi salah satu desa yang paling banyak memberikan pilihan berwisata. (fri/cse)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com