Salah seorang pegawai Pemkot Surabaya bernama Febri Ferdiansyah menyatakan ketika gempa terjadi dirinya sedang berada di teras gedung, tak berselang lama getaran terjadi.
“Awal goyang-goyang, aku duduk di luar terus orang-orang keluar. Sebelum jumatan tadi,” kata Febri di Surabaya.
Ketika kejadian berlangsung, dia pun langsung keluar dari teras gedung menuju ke halaman.
“Tiba-tiba pusing seperti vertigo, ternyata gempa bumi,” ucapnya.
Pegawai pemkot setempat lainnya, Reza Amirudin, menjelaskan saat kejadian itu dia sedang menyelesaikan pekerjaannya, namun tiba-tiba merasakan getaran. Beberapa rekannya mengabarkan bahwa ada gempa.
Mendengar kabar itu, dia pun sontak keluar dari ruangannya untuk berkumpul di halaman kantor.
“Lagi mengerjakan desain terus terasa goyang-goyang, teman-teman di ruangan juga bilang ada gempa, saya keluar langsung,” kata dia.
Ketika berada di halaman kantor, Reza mendapati sudah ada sejumlah orang yang juga keluar dari gedung instansi masing-masing.
“Di luar sudah banyak orang-orang juga, tidak sampai satu menit tapi terasa gempanya,” ucapnya.
Menurut data BMKG, beberapa wilayah dalam skala MMI, yang merasakan gempa berkekuatan 6 SR tersebut ialah, III-IV Bawean, II-Ill Jepara, II-Ill Tuban, II-Ill Lamongan, Il-III Bojonegoro, Il-Ill Surabaya, II-IIl Kudus, II-III Blora, II-III Pekalongan, II-III Nganjuk, II-Ill Pacitan, II-IIl Trenggalek, II-III Tulungagung, II-lIl Sidoarjo, II-III Madiun, II-IIl Pasuruan, II-IIl Malang, II-IIl Semarang dan II-III Yogyakarta.






























