Kabar NgawiTeknologi

Inilah Para Pemuda Ngawi Dibalik Aplikasi Sayur Online Mayur

NGAWI — Kemudahan adalah salah satu keuntungan dari kemajuan teknologi. Kita bisa membuat sesuatu lebih mudah, lebih cepat, serta lebih mengikuti perkembangan zaman.

Empat pemuda kabupaten Ngawi melihat peluang di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan mengikuti protokol kesehatan dengan membuat sebuah aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam berbelanja sayur secara online.

Adalah Andree Christian Yulianto warga Dungus-Karangasri, Da’imul Royan Jeblogan-Paron, Fathoni Ahmad Asegaf Tempuran-Paron, dan Nanda Ardiansyah Wonokerto-Kedunggalar yang merancang serta membuat konsep Mayur tersebut.

Sejak akhir Juni 2020 lalu, keempat pemuda ini membuat konsep dan merancang sistem aplikasi hingga bisa diluncurkan pada bulan September 2020 ini dan siap memberikan kemudahan bagi masyarakat Ngawi.

Mayur adalah sebuah mobile aplikasi pada sistem Android yang menyediakan berbagai macam sayur dan buah dengan kualitas baik dan saat ini melayani untuk pemesanan dari wilayah kabupaten Ngawi.

Beragam fitur menarik dalam aplikasi Mayur tersebut antara lain informasi ketersediaan produk sayur/buah, paket sayuran, pemesanan online, pemilihan waktu kirim, serta pelacakan pemesanan.

Baca Juga :   Ngawi Developer Community Terus Berkarya

“Untuk memesan dari aplikasi ini, pengguna harus mendaftarkan alamat email dan melakukan verifikasi terlebih dahulu baru bisa berbelanja. Sistemnya Cash On Delivery,” terang Andree saat dihubungi redaksi.

Lebih lanjut Andree menjelaskan tim Mayur Indonesia yang mempunyai basecamp di Beran, Ngawi tersebut terdiri dari 2 orang developer dan 2 tim pendukung termasuk dalam hal desain dan marketing.

“Pembayaran langsung kepada kurir yang mengantar. Adapun jangkauan Mayur saat ini adalah wilayah Kabupaten Ngawi dengan jangkauan maksimal 10 Km,” imbuh Andree.

Melalui website resminya, pengembang aplikasi menginformasikan bahwa pesanan akan tiba sesuai dengan perkiraan datang berdasarkan waktu yang dipilih/Estimated Time Arrival (ETA). Disebutkan ada dua pilihan kloter, kloter I : 05:00 – 07:00 dan kloter II : 07:00 – 09:00.

“Kami merencanakan untuk membangun sistem untuk pembayaran non cash melalui payment gateway kedepannya,” lanjut Andree.

Ia bersama tim juga menjelaskan bahwa akan terus memperluas jangkauan pengiriman Mayur, sehingga bisa ke seluruh wilayah Ngawi dan tidak menutup kemungkinan untuk merambah ke kota lain.

Baca Juga :   Workshop Membuat Aplikasi Android (Beginner) - MeetUp 3

Selain itu, rencana kedepan, tim Mayur Indonesia juga ingin memperkuat mitra dengan petani dan peternak untuk meningkatkan value serta daya jual produk lokal.

Mayur juga berkomitmen akan terus berinovasi pada layanan dan produk agar bahan makanan yang segar dan berkualitas dapat dijangkau oleh semua kalangan. Dengan quality control yang ketat Mayur memastikan produk dapat dikonsumsi secara aman. (cse)

Tags
Show More

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − three =

Back to top button
Close