Perluasan jaminan sosial bagi pekerja informal di Ngawi mendapat perhatian serius melalui Universal Coverage Jamsostek Award dan program intensifikasi Jaminan Sosisal Ketenagakerjaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama BPJS-TK di Kurnia Convention Hall Center, Jumat (19/12/25). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di daerah.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan, dari sekitar 500 ribu tenaga kerja di Ngawi, baru 23–24 persen yang terdaftar sebagai peserta BPJS-TK, padahal target nasional menargetkan minimal 45 persen pada 2029. “Tenaga kerja formal relatif mudah terjamin, namun pekerja informal membutuhkan komitmen dan sinergi bersama agar seluruh pekerja terlindungi,” ujarnya.
Pemkab Ngawi menargetkan pekerja jasa konstruksi, kader posyandu, petani, dan buruh tani agar ikut terdaftar. Iuran mandiri BPJS-TK terjangkau, mulai Rp16.800 per bulan, dengan manfaat meliputi perlindungan kecelakaan kerja hingga santunan kematian. Bupati menegaskan bahwa program ini merupakan investasi perlindungan diri bagi seluruh pekerja di Ngawi.
Hadir dalam kegiatan Kepala Kantor Wilayah BPJS-TK Jawa Timur Hadi Purnomo, pimpinan BPJS-TK wilayah sekitar, kepala OPD, dan camat. Penandatanganan kesepakatan antara Pemkab Ngawi dan BPJS-TK menegaskan komitmen bersama memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah.
Telah Dilihat : 2































