Ngawi, kita tahu semua tentang kota ini, lahir sejak 656 tahun silam dengan beraneka kondisi sosial didalamnya, potensi alam yang mungkin masih “perawan” atau bahkan sudah “janda usang”. Mulai dari tukang ojek, kondektur bis, petani, pedagang, pengusaha, pejabat, dan penyanyi ada di kota perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur ini.
Setidaknya, Ngawi tercatat mempunyai wilayah yang cukup luas, bisa digunakan sebagai lahan pertanian yang cukup, bahkan untuk peternakan yang luar biasa. Selain itu, menjadi kabupaten penghubung seharusnya menjadi transit bagi mereka yang melakukan perjalanan dari timur ke barat maupun sebaliknya, karena jalan propinsi ada disini.
Pondok Pesantren terbesar membentang luas di ujung barat kabupaten ini, setidaknya mempunyai nilai tambah yang luar biasa bagi daerah yang berasal mula dari kota bambu ini.
Meski sempat terdera isu dieliminasi dari Jawa Timur, dan bahkan akan dilebur ke provinsi baru, memberikan pelajaran yang harusnya mengubah daya pikir kita semua untuk memajukan daerah ini menjadi semakin baik.
Sekolah yang bonafit, siswa yang cerdas, pengajar yang militan, semuanya ada di kota yang terkenal dengan tempe kripik yang sepertinya sudah di “Claim” oleh kota lain. Penghasil melon terbaik dan terbesar yang sempat memberikan supplay ke daerah lain karena lahan pertahian yang cukup dan metode tanam yang modern sepertinya sudah tidak lagi membuat kota ini lebih terkenal dari tetangga sebelah jika kita bepergian ke Ibu Kota.
Pembangunan memang dilakukan, namun sepertinya pemerataan masih kurang, ini harusnya bisa kita benahi untuk lebih membuat kota ini menjadi semakin spektakuler seperti harapan para pejabat pembuat kebijakan saat ini.
Potensi perputaran ekonomi juga sebenarnya bagus asalkan bisa kita kelola dengan bijaksana, seperti NGawi yang mempunyai banyak warga yang merantau ke kota lain, bahkan ke luar negeri yang saat ini sudah dalam taraf sukses. Tentunya banyak pihak juga menginginkan agar investasi itu bisa mengalir dan dikelola baik di kota kelahiran. Namun sayangnya, sepertinya belum bisa dimaksimalkan, atau mungkin bahkan tidak diberikan peluang.
Sebagai harapan bagi anak cucu kita semua nanti yang akan mengembangkan Ngawi, semoga bisa membaca peluang bahwa Ngawi ini wajib untuk dibuat lebih baik, bukan hanya dalam slogan, namun baik dari semua segmen yang masih belum di eksplorasi dengan baik.
Semoga Ngawi kita akan terus bergerak maju, dan maju, pembangunan merata dan dikelola dengan bijak. Mempunyai pemimpin yang amanah, pejabat yang merakyat, dan pendidik yang budiman, tentunya masyarakat dan rakyat akan selalu menjadi penopang perekonomian yang lebih baik
NGawi kita untuk maju, Ngawi kita untuk selalu lebih baik
— raden iwank —
































