NGAWI — Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengundang para pegiat media sosial yang aktif menyebarluaskan informasi-informasi terkait dengan wilayah yang dipimpinnya, Jumat (29/04/2022).
Bertempat di kediaman Ony Anwar di Jalan Hasanudin, selepas tarawih, nampak beberapa pengelola media sosial hadir dan berdiskusi bersama orang nomor satu di Kota Bambu tersebut.
Ony Anwar mengapresiasi para pegiat media sosial. Menurutnya, dengan adanya para pegiat media sosial yang gencar memberitakan apapun, Kabupaten Ngawi bisa menjadi terkenal, ramai diperbincangkan di dunia maya.
“Apapun bentuknya, meskipun tentang banyaknya jalan yang rusak, Kabupaten Ngawi bisa diketahui secara umum oleh dunia luar,” ujarnya.
Tetapi, lanjut Ony, hal itu menjadi tantangan bagi kita untuk terus bekerja semaksimal mungkin demi perbaikan ke depan.
“Tentu saja tidak hanya julukan kota seribu jeglongan, sebenarnya Ngawi banyak potensi yang jika dikembangkan dan dipublikasikan dengan optimal maka Ngawi ini tidak kalah dengan daerah lain,” sambungnya.
Lebih lanjut Ony juga berharap agar semua elemen masyarakat dapat bersinergi membangun komunikasi publik. Melalui pegiat media sosial ia ingin jadikan Ngawi lebih baik ke depannya.
Menurut Ony, masyarakat bisa memberi masukan, saran, dan informasi agar pembangunan ke depan, perencanaan kegiatan, inovasi dan gebrakan Pemerintah Daerah bisa terjadi akselerasi seiring dengan arah pembangunan Indonesia.
“Narasi yang baik yang disampaikan oleh netizen akan memberikan feed back yang baik pula akan penilaian dari luar terhadap Kabupaten Ngawi yang ramah,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Ony mengajak para pegiat media sosial untuk bersama-sama menarasikan informasi dengan nilai-nilai positif agar citra baik bisa mendatangkan investasi yang besar untuk pembangunan di segala bidang di Ngawi.
“Misalnya bahwa Kabupaten Ngawi mendapatkan penilaian SAKIP A sebanyak 4 kali dan ini baru diterima oleh sekitar 8 kabupaten di Indonesia,” ujarnya menyontohkan.
Ony juga mengakui bahwa media sosial sangat bisa menjalankan peran sebagai pembangun partisipasi masyarakat dalam pembangunan khususnya jika trust dari masyarakat terhadap Pemerintah dinilai kurang oleh pihak tertentu. (kn/alfa)
































