Operasi Pasar Murah Tahap I Tahun 2026 resmi digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi di Alun-alun Ngawi, Sabtu (15/2/2026). Agenda ini menjadi strategi pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat menghadapi meningkatnya kebutuhan bahan pokok.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok), Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forkopimda, kepala OPD, instansi vertikal, Bulog, distributor, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Antok menegaskan bahwa momentum menjelang Ramadan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
“Ini bentuk ikhtiar Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memastikan masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kita pastikan stok tercukupi, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali,” ujarnya.
Ia menambahkan, operasi pasar digelar untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
“Stoknya kathah, banyak. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Dari sisi harga kita kendalikan, dari sisi stok juga kita jaga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi Kusumawati Nilam melaporkan bahwa tahap pertama operasi pasar melibatkan 15 distributor yang menyediakan berbagai komoditas bahan pokok, seperti beras Bulog dan SPHP, Minyakita, gula, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga daging. Kegiatan ini juga didukung 28 pelaku usaha kuliner dan UKM lokal.
“Tujuan utama pasar murah ini adalah mengendalikan harga dan inflasi. Ketika ketersediaan bahan pokok memadai, daya beli masyarakat stabil, maka ketahanan pangan keluarga dan daerah juga akan terjaga,” jelasnya.
Operasi Pasar Murah Tahap I dijadwalkan berlangsung di sembilan kecamatan hingga Juni 2026, di antaranya Jogorogo, Kedunggalar, Widodaren, Pitu, Kendal, Ngrambe, dan Padas. Pemilihan lokasi dilakukan lebih dekat ke wilayah desa serta tidak berdekatan dengan pasar daerah maupun pasar desa guna menjaga keseimbangan ekosistem perdagangan.
Melalui program ini, Pemkab Ngawi menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan tenang dan penuh keberkahan.
Telah Dilihat : 3































