Nama Rektor IKIP PGRI Madiun Parji mulai dikait-kaitkan dengan bursa Pilkada Ngawi 2015. Pria kelahiran Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Ngawi itu dikabarkan sudah dijajaki sejumlah petinggi partai politik (parpol). Parji disebut-sebut memiliki popularitas tinggi. Saat macung sebagai calon wali kota (cawali) berpasangan dengan Inda Raya, meraih peringkat kedua, dengan meraih 32.230 suara sah atau 32,76 persen. ‘’Nama rektor IKIP Madiun mulai digadang-gadang sebagai calon bupati alternatif dari kubu KMP,’’ ungkap sumber internal di kalangan DPRD Ngawi, kemarin (30/10).
Politikus itu menambahkan, Parji dinilai memiliki kans besar. Kiprahnya di dunia pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih, saat ini Parji sebagai sekretaris bidang pendidikan PGRI Jawa Timur periode 2014-2019. Parji juga tiga kali menjabat Rektor IKIP PGRI. Di sisi lain, jumlah mahasiswa asal Ngawi yang kuliah di IKIP PGRI juga banyak. ‘’Kelebihannya akan mudah diterima di kalangan guru, istilahnya membawa angin segar dan perubahan atas kondisi pendidikan di Ngawi selama ini,’’ ungkapnya, seperti dilansir RadarMadiun.
Selain itu, Parji sudah tidak asing lagi di Ngawi. Selain lahir dan dibesarkan di Jatipuro, Karangjati, orang tua kandung dan keluarga besarnya juga berada di Ngawi. Pun, Parji juga dekat dengan kalangan petani tembakau di kawasan timur. Sehingga jaringannya cukup kuat untuk memecah dominasi suara Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono yang hampir pasti macung kembali. Sumber itu meyakini Parji memiliki skenario jitu melawan Kanang. Berbekal pengalaman saat Pilkada Kota Madiun. ‘’Setidaknya beliau belajar dari kegagalan tahun lalu, sekaligus sebagai pengalaman,’’ jelasnya.
Sementara, Parji saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lawu tidak membantah adanya kabar tersebut. Dia mengakui ada beberapa pihak yang sudah melakukan komunikasi dengannya. Namun, buru-buru dia menyampaikan jika masih pikir-pikir. Tak dipungkiri, di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk berbakti kepada tanah kelahiran agar Ngawi semakin baik. ‘’Saya masih wait and see, saat ini saya fokus menjalankan tugas (Rektor, Red), ya mengalir sajalah,’’ ujarnya.
Parji memang terkesan sangat berhati-hati dalam menentukan langkahnya. Sebab dirinya masih memikirkan regulasi dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Yakni, terkait boleh tidaknya mengajukan izin cuti. Sebab, kata dia, dirinya masih sayang jika harus melepaskan karirnya dan pindah haluan macung bupati. Selain itu, regulasi pilkada sesuai Perppu Nomor 1/ 2014, yang dinilai masih bias. ‘’Terlalu dini untuk membahas itu (pilkada, Red), jika ditanya sebagai putra daerah siap tidak siap tentunya pasti siap,’’ ungkapnya.
Jika dirinya benar-benar mencalonkan sebagai bupati, Parji punya tujuan mulia yakni ingin mendewasakan demokrasi. Intinya bukan meraih kekuasaan semata. Sebab, kata dia, kesiapan kematangan calon pemilih menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, pengalamannya saat macung walikota dulu cukup sebagai bekal untuk mengetahui konstelasi politik. ‘’Semua itu tidak ada yang sia-sia,’’ tegasnya.
Ditanya hubungannya dengan Kanang? Parji mengaku sudah sangat mengenal orang nomor satu di Ngawi tersebut. Selain sama-sama orang Ngawi, banyak teman Parji di Kelurahan Margomulyo, lingkungan kediaman Kanang. ‘’Saya sangat dekat dengan Pak Kanang, dan kenal betul,’’ pungkasnya.
Sekadar diketahui, munculnya Parji yang dikait-kaitkan dengan Pilkada Ngawi menambah daftar kandidat yang bakal mencalonkan sebagai bupati. Sebelumnya, secara terbuka mantan peragawari era 1990 an, Ratih Sanggarwati menyatakan siap kembali bertarung pada hajatan lima tahunan tersebut. Kabar terakhir menyebutkan pula Budi ‘Kanang’ Sulistyono juga akan ‘restui’ Ony Anwar macung. Dengan catatan, Ony Anwar yang kini menjabat wabup mendampingi Kanang benar-benar sudah membuat pilihan politik macung calon bupati.
































