NGAWI — Sebuah kegiatan online digelar dalam tajuk Bangkit di Saat Sulit, Bertahan di New Normal oleh MPM Berbagi bersama OK OCE Peduli melalui aplikasi zoom, Sabtu (16/05/2020).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Founder OK OCE Indonesia Sandiaga Salahudin Uno, Wakil Bupati Ony Anwar, dan Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.
Dipandu oleh moderator Johanes Triatmaja yang juga merupakan Ketua Asosiasi Batik Ngawi ini acara yang berjalan kurang lebih 1 jam ini mendengarkan paparan dari Sandiaga Uno berbagi tips bagi UMKM Ngawi khususnya dalam menghadapi COVID-19.
Dalam paparannya, Sandiaga Uno, menyampaikan sebuah strategi adaptif UMKM di Tengah Wabah. Ia menjelaskan bahwa saat ini 200 negara, lebih dari 4 juta masyarakat dunia yang sudah terpapar COVID-19, hampir lebih dari 300 ribu yang sudah meninggal dunia.

“Wabah global, fenomenal ini merupakan musuh bersama yang tidak terlihat, tidak pandang bulu, menyerang seluruh aspek di negara kita,” ujar Sandi mengawali paparan.
Lebih lanjut ia sampaikan bahwa UMKM adalah yang paling terdampak dari krisis yang terjadi saat ini daripada krisis tahun 1997-1998. Krisis saat ini memukul jatuh UMKM di ronde pertama karena menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
“Indonesia mempunyai populasi online nomor 6 di dunia. Lebih dari 60 persen orang Indonesia terhubung ke internet, terbanyak melalui ponsel,” terang Sandi.
Ia menegaskan bahwa saat ini 97 % lapangan kerja adalah UMKM. Dan ia melihat lapangan kerja yang harus diselamatkan adalah UMKM. Menyelamatkan mulai dari skala mikro, menengah, dan usaha-usaha yang terhubung dengan perhotelan, termasuk sektor jasa yang terdampak.
Dalam kesempatan yang dihadiri oleh puluhan perwakilan dari UMKM di kabupaten Ngawi, Sandi menyampaikan tips yang ia namai dengan Sukses dengan 5 Vitapreneur Principle.
Pertama, adalah Cash is King, bagaimana kita harus mengelola dana seketat mungkin, kita lakukan penjadwalan ulang tagihan, biaya yang tidak perlu ditunda terlebih dahulu, penjadwalan ulang dengan perbankan, atau suplier, dan lain-lain
Kedua, Adapt to the New Normal (Beradaptasi dengan New Normal), adaptasi dengan realita baru yang ada saat ini di masa-masa pandemi untuk menjadikan kita bisa lebih baik.
Ketiga, Survive through to ecosystem. Ekosistem yang sedang dibentuk bagi kita untuk bisa bertahan, ekonomi berbasis silaturahim, dibalik silaturahim akan memperkuat bisnis kita.
Keempat, Invest in This Time, melakukan investasi di dalam diri kita sendiri. Investasi di ilmu, pelatihan online melalui platform online secara gratis, saatnya meningkatkan keterampilan diri.
Kelima, Be calm in the storm. Setiap pandemi pasti akan berakhir, tidak ada wabah yang terus-terusan. Lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta karena Alloh tidak akan menguji di luar batas kemampuan.
“Menepi beristirahat dan berteduh. Yakinlah peluang-peluang terbaik akan kita dapatkan setelah krisis ini berlalu. Hari-hari terindah akan kita temui setelah badai berlalu,” imbuh Sandi melengkapi tips nya.
Di akhir paparannya, Sandi menyebutkan bahwa sektor-sektor bagi UMKM Ngawi ke depan yang bisa beradaptasi, misalnya bidang kesehatan, bidang telekonferen, bidang pendidikan (MOOC), bidang digital, bidang makanan, bidang bioteknologi, bidang hukum, bidang clean energy.
Sandi menutup paparannya dengan berpesan untuk tetap berolahraga. Dengan berolahraga, kita tetap bangkitkan semangat. Di rumah saja harus tetap berolahraga, tingatkan imunitas dan kita bisa lawan covid-19. (cse)
































