Politik

Supriyadi Siap Tarung pada Pilkada Mendatang

Supriyadi mantan Kepala Desa (Kades) Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Kabupaten Ngawi, siap macung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar 9 Desember 2015 mendatang. Kepastian andil dalam kancah merebutkan kursi AE Ngawi 1 tersebut diakuinya memang tidak ringan perlu ekstra khusus.

Seperti dirilis SiagaIndonesia, Budi Sulistyono (Kanang) yang sekarang ini masih menjabat Bupati Ngawi jelas bakal merebutkan kursinya kembali duet dengan Ony Anwar, Supriyadi Siap Tarung pada Pilkada Mendatang.

[quote style=”1″]

“Saya ada niatan dan berani serta siap tarung dengan Pak Kanang pada Pilkada mendatang. Makanya gambar saya sudah terpasang dimana-mana sebelum Pak Kanang lengser itu menunjukan eksistensi saya secara lahir batin bahwa siap untuk memimpin Kabupaten Ngawi,” tegas Supriyadi, Senin (06/04).

[/quote]

Sedangkan untuk kendaraan menuju bakal calon (balon) beber Supriyadi sampai sekarang masih ada dua kemungkinan bisa lewat independent dan partai politik (parpol). Kalau toh lewat parpol dijelaskan tentunya Partai Gerindra dengan berkoalisi satu parpol lagi untuk memenuhi kuota suara sebagaimana aturan dalam Pilkada.

Baca Juga :   Pilkada Ngawi Dijadwalkan 9 Desember 2020, Kanang Dukung Pelaksanaannya dengan New Normal

“Hingga saat ini bisa dimungkinkan dari independent ataupun lewat parpol. Seandainya melalui parpol yakni Partai Gerindra dan koalisinya mudah-mudahan memberikan rekomendasi terhadap saya dan sekarang ini sudah ada komunikasi secara intens termasuk lewat Parade Nusantara,” celetuknya.

Disinggung siapa yang bakal mendampingi dalam paket pencalonanya nanti dengan tegas Supriyadi membenarkan tetap berpasangan dengan Triono yang sekarang masih menjabat Kades Grudo, Kecamatan Ngawi Kota.

Tambahnya, ketegasan untuk menjadi orang nomor satu di bumi orek-orek ini bukan tanpa alasan melainkan ada dasar kuat untuk merebutkan kursi bupati yang lebih amanah bagi rakyat Ngawi.

Tidak tanggung-tanggung mantan kades dua periode ini menyitir salah satu Hadist Rasulullah SAW yang berbunyi “Al amanatu tajlibu al-rizqo, wa al-khianatu tajlibu al-faqro”. Artinya sifat jujur dan amanah itu akan menarik kekayaan, sebaliknya sifat khianat itu akan menyebabkan kefakiran dan kemiskinan.

Lebih detailnya ungkap Supriyadi, sosok pemimpin haruslah amanah untuk semua dalam kontek baik rakyat maupun sebaliknya terutama para pejabat.

Baca Juga :   Ibas Sosialisasi RUU Kebudayaan Di Ngawi

“Selama ini saudara Kanang menilai kalau orang Beran cuek masa bodoh tidak peduli. Maka saya sebagai warga Desa Beran akan menunjukan dan peduli terhadap Kabupaten Ngawi dan sekali lagi saya siap bertarung dengan Pak Kanang,” tegasnya.

Secara singkat Supriyadi dengan gaya ‘kelakarnya’ menilai selama ini pemerintahan Kabupaten Ngawi terlalu sepihak dengan aparatur pemerintahan desa. Terbukti, hak-hak perangkat desa selalu dikaitkan dengan pelunasan PBB jelas kebijakan tersebut sama sekali tidak mendasar.

Dilain sisi jlentrehnya, keputusan Pemkab Ngawi dalam hal mutasi pejabat selama ini seolah dijadikan lahan bisnis oknum tertentu.

“Informasi yang saya terima mereka-mereka yang bisa bayar akan terima jabatan. Dan pengalaman saya selama menjabat sebagai kades kalau tidak mampu membayar pasti tidak dikasih proyek maka ini menunjukan pejabatnya tidak amanah,” pungkas Supriyadi.

Tags
Show More

KampoengNgawi

Media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi, kabar ngawi, kabar desa, pemerintahan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Email : redaksi@kampoengngawi.com

Berita Terkait

Kirim Komentar

Email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom yang ditandai * harus diisi

7 − 5 =

Back to top button
Close