NGAWI — Masa pandemi COVID-19 masih belum berlalu. Masih banyak kasus-kasus konfirmasi baru setiap harinya meskipun diiringi dengan jumlah kesembuhan yang juga meningkat.
Seperti di kabupaten Ngawi yang hingga saat ini masih berstatus Zona Orange (risiko sedang). Tercatat dari update per 20 Oktober 2020, jumlah total konfirmasi mencapai 219 kasus, dengan 181 kasus telah dinyatakan sembuh, 28 kasus konfirmasi aktif, dan 10 meninggal dunia.
Setiap masyarakat diimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran COVID-19 di manapun berada. Melakukan kebiasaan baru yang produktif di masa pandemi dengan tetap aman dari COVID-19.
Salah satu upaya mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di dusun Teluk RT 02 RW 03 desa Sambirejo, kecamatan Mantingan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap prokes pencegahan COVID-19 adalah dengan memasang poster.
Pemasangan poster ini dilakukan Wahyu Titana, Mahasiswa Program Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir untuk memenuhi salah satu program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dari Rumah dari kampusnya.
“Pemasangan poster ini dilatarbelakangi perilaku masyarakat yang masih mengabaikan imbauan pemerintah akan pentingnya protokol kesehatan,” ujar Wahyu kepada redaksi, Selasa (20/01/2020).
Wahyu berinisiatif untuk memasang banner di lingkungan masyarakat tempat tinggalnya dengan tujuan menyadarkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi seperti ini.
Program Wahyu tersebut mendapatkan apresiasi dari Ketua RT setempat. Ketua RT berharap dengan pemasangan poster yang berisi 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan/Menggunakan Hand Sanitizer, Menjaga Jarak), dapat meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.
Dengan penyampaian edukasi kepada masyarakat melalui poster tersebut, adalah salah satu langkah mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penularan COVID-19.
“Mari kita ikuti dan taati protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah. Jangan tunggu ada korban baru kita mau berubah. Maskermu Melindungiku, Maskerku Melindungimu,” pungkas Wahyu. (*/kn)
































