NGAWI — Banyaknya fans dan sobat ambyar dari berbagai daerah yang terus mengunjungi makam sejak meninggalnya Didi Kempot awal Mei 2020 lalu, memberikan ide warga desa Majasem menjadikan makan tersebut sebagai destinasi wisata religi.
Dari keterangan warga setempat, selain berziarah mendoakan almarhum di Makam Didi Kempot yang terletak di desa Majasem, kecamatan Kendal, kabupaten Ngawi tersebut, banyak pula yang ingin sengaja datang hanya untuk berfoto di makam.
Dari pengamatan warga, tidak kurang dari 50 peziarah yang setiap hari datang ke makam. Untuk menguatkan gagasan destinasi wisata religi, usulan juga disampaikan kepada Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) kabupaten Ngawi.

Pihak Disparpora Ngawi menyambut baik gagasan tersebut dan menyetujui makam Didi Kempot dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi di kabupaten Ngawi. Bersama pemerintah desa Majasem, Disparpora saat ini sedang proses menyampaikan perizinan kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Tentunya hal ini semua dilakukan oleh warga desa Majasem sekaligus pemerintah kabupaten Ngawi sebagai wujud mengenang jasa-jasa almarhum sebagai maestro campursari yang sudah banyak membantu warga, terlebih di masa pandemi COVID-19.
Di makam sang maestro, kini sedang diproses pembangunan yang meliputi rumah joglo di atas pusara Didi Kempot, pelebaran jalan menuju malam, termasuk merapikan area Tempat Pemakaman Umum tersebut. Sebagian warga juga telah mempunyai angan-angan untuk berjualan aneka souvenir Didi Kempot di area makam. (cse)































