NGAWI — Setelah berbagai lomba digelar dalam rangka Hari Santri Nasional 2018, kemeriahan Hari Santri Nasional tahun 2018 di kabupaten Ngawi masih berlanjut hingga acara puncaknya pada hari Senin (22/10/2018).
Acara puncak HSN 2018 di kabupaten Ngawi diawali dengan upacara apel HSN di madrasah masing-masing. Pada siang harinya dilaksanakan agenda gebyar santri di alun-alun merdeka Ngawi, semua santri berkumpul di alun-alun Ngawi. Peringatan HSN ini juga merupakan pesta bagi para santri seluruh Indonesia, santri yang biasanya hanya di pondok dan mengaji, kini bisa show up di hadapan masyarakat luas. Kemeriahan hari santri tahun ini lebih spektakuler dari pada tahun sebelumnya, lebih banyak lomba, dan agenda lain serta mendatangkan grup band nasional yang juga jebolan pondok pesantren yakni Wali.
Sebelum menghibur masyarakat Ngawi di panggung utama, band wali menghadiri acara jumpa penggemar di STKIP Modern Ngawi serta gladi resik untuk penampilan malam harinya. Tak lupa Para Wali (sebutan untuk penggemar Wali) turut memadati Ngawi, mereka datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang datang dari Lampung.
Acara puncak dibuka oleh ketua panitia HSN 2018, Istamar, M.Pd. Ia menyampaikan menuju puncak HSN 2018 di kabupaten Ngawi, ada rangkaian dimulai dengan jelajah anak dari Seloondo yang diikuti oleh 700 anak, 50 anak yang mengikuti khitan masal, dan berbagai lomba lain. Seluruh pemenang dari berbagai lomba yang diadakan panitia, kembali diundang di panggung utama bersama Wali untuk menerima hadiah. Dan ada dua orang dari penonton yang mendapatkan doorprize berupa sepeda gunung setelah menyelesaikan challenge goyang dayung ala presiden Jokowi.
Ketua Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) kabupaten Ngawi, KH Ulin Nuha Rozzi dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Joko Widodo yang telah menetapkan Hari Santri Nasional pada 2015 lalu. Hari santri sangat berpengaruh kepada warga Indonesia khususnya para santri itu sendiri dan tanpa disadari bisa memotivasi untuk terus berbenah mengaji di pondok pesantren dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Hari santri merupakan wujud penghargaan kepada ulama dan santri yang turut berperan aktif mempertahankan NKRI,” ungkap KH Ulin Nuha Rozzi saat memberikan sambutan.
Selain itu, Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono yang turut hadir dalam malam puncak Hari Santri Nasional 2018 menyampaikan pula bahwa santrilah yang nantinya menjadi penerus perjuangan.
Para wali yang awalnya duduk anteng mendengarkan sambutan, lantunan ayat suci al-qur’an dan do’a, mendadak berdiri dan merapatkan barisan untuk menyambut band favorit mereka, Wali. Semua ikut menyanyi seluruh lagu yang dinyanyikan Wali.
Band Wali Meriahkan Puncak Hari Santri Nasional 2018 Kabupaten Ngawi. Farhan Zainal Mutaqqin atau lebih kenal sebagai Faank sebagai vokalis mampu berkomunikasi secara akrab dengan para penonton yang kebanyakan dari kalangan santri, karena pada dasarnya baik Faank (Vokalis), Tomi (drummer), Ovie (keyboardist), dan Apoy (gitaris) juga merupakan lulusan pondok.
Bahkan cerita tentang band mereka sudah difilmkan di televisi nasional yang tentunya lebih menambah popularitas band Wali. Ketidakhadiran Apoy memang membuat sedikit kecewa bagi Para Wali namun tidak mengurangi kemeriahan puncak gebyar HSN di Ngawi. (kn/fri)
































