Kabar yang sangat menggembirakan bagi Ngawi khususnya. Objek wisata heritage Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem bakal digerojok anggaran kakap Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemenbud Dikdasmen) sebesar Rp 25 miliar. Tapi ada syarat, yakni beresnya nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) antara pemkab dengan TNI.
‘’Sekarang tinggal menunggu MoU itu, setelah terbit baru anggaran Rp 25 miliar dari Dirjen Kebudayaan Kemenbud Dikdasmen masuk,’’ ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Olahraga (Disparyapura) Ngawi Anwar Rifai, kemarin (1/2), seperti dilansir RadarLawu.
Benteng Van Den Bosch Bakal Digerojok Anggaran 25 M, Kata dia, anggaran itu bakal dipergunakan untuk penataan atau face-off Benteng Pendem secara total. Mulai dari pilar, ornamen hingga colosseum bergaya khas Eropa. Penataan itu untuk mengembalikan kemegahan benteng yang dibangun tahun 1839 itu. Bahkan pemkab dan dirjen akan bersama-sama mencari blue print ke Belanda. ‘’Tentunya agar sesuai aslinya,’’ ungkapnya.
Mantan Kadisdag PP ini mengatakan face-off tersebut direncanakan secara multiyears selama tiga tahun. Semuanya dibiayai APBN. Sedangkan, pemkab bakal langsung tancap gas saat MoU itu sudah ditangan. Yakni dengan melakukan revitalisasi sungai yang menggelilingi bangunan Benteng Pendem dan menambah wahana permainan anak-anak. ‘’Serta melakukan penghijauan disana, apalagi sudah ditetapkan sebagai RTH,’’ paparnya.
Saat ini, kata dia, MoU tersebut masih dalam proses. Namun, kata dia, pihak TNI sudah mengeluarkan sinyal hijau untuk menyetujui hal kesepahaman tersebut. Meski hal itu disampaikan secara lisan. Namun cukup membuatnya yakin jika TNI bakal menyetujuinya. ‘’Secara lisan sudah, kalau tertulis belum,’’ ungkapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Lawu di lokasi Benteng Pendem masih menjadi jujukan warga untuk mengisi hari libur. Mereka tidak hanya datang dari Ngawi, melainkan juga berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
‘’Bangunnya kental sejarah dan masih terlihat megah, cocok untuk liburan keluarga,’’ ujar Rita Indriani, salah seorang pengunjung.
































