Gayeng Raket Bareng Mbah Kung, di Pelatihan Kelembagaan DAPM Ngawi. Foto-Alfa
NGAWI – Gayeng Raket Bareng Mbah Kung, di Pelatihan Kelembagaan DAPM Ngawi. Berdialog dengan warga, mendengar curahan hati dan hiruk pikuk dinamika masyarakat seringkali menjadi sumber inspirasi bagi kebanyakan orang. Hal-hal unik yang tidak biasa kita temui saat duduk bekerja di belakang meja, seringkali muncul dalam berbagai momen-momen kebersamaan dengan masyarakat. Sumber insprasi unik seperti ini yang seringkali menjadi energi baru bagi seorang pemimpin dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai pengayom rakyat.
Dan inilah yang menjadi rutinitas sekaligus gaya bekerja model nyentrik bagi Bupati Ngawi. Ditengah-tengah berbagai kesibukan yang sangat padat, Ir. Budi Sulistyono atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Kung, pada Rabu 9 November 2016 jam 8 malam menyempatkan diri untuk menghadiri serangkaian acara Peningkatan Kapasitas Kelembagaan DAPM Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan di Hotel Rejeki Sarangan Magetan. Pejabat penting yang juga hadir dalam acara itu antara lain Drs. Mokh Sodiq Triwidiyanto, MSi selaku Plt. Kepala Bapemas Pemdes dan Wiwien Purwaningsih selaku Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat Bapemas Pemdes Kab. Ngawi.
Kehadiran Mbah Kung memang begitu istimewa bagi seluruh peserta malam itu. Ditengah hujan rintik yang hampir seharian mengguyur, semangat para peserta masih saja begitu menggebu hingga sosok yang sangat berjasa dalam melindungi aset dana bergulir hasil pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan ini hadir sebagai bentuk komitmen dan janjinya setelah menerbitkan payung hukum demi keberlanjutan dan pelestarian Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) berupa Peraturan Bupati Ngawi Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Pengelolaan dan Pelestarian Hasil Pelaksanaan PNPM Mandiri Masyarakat Kabupaten Ngawi.
Hampir selama 1 (satu) jam Mbah Kung memaparkan berbagai hal terkait program-program pemerintah daerah, potensi sumberdaya alam, peluang pengembangan kelompok-kelompok usaha masyarakat serta tantangan dunia usaha di era pasar global. Layaknya sebuah kelas diskusi dalam mata kuliah umum, materi yang disampaikan Mbah Kung ternyata berhasil memunculkan ide-ide, gagasan dan mencerahkan pola pikir seluruh para pelaku Kelembagaan DAPM sebanyak 171 orang dari 19 kecamatan se-Kab. Ngawi.
Salah satu potensi besar yang ada di Ngawi adalah hasil pertanian yang melimpah dan berkualitas bagus ternyata menjadi perhatian khusus dari Kementerian Pertanian yang melakukan kunjungan kerja di bulan Oktober kemarin. Ngawi sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia mampu menyuplai kebutuhan beras skala nasional dan diharapkan bisa menjadi barometer kesejahteraan petani di masa depan. Berbagai inovasi dan teknologi sudah diaplikasikan di kota dengan ikon Benteng Pendem ini salah satunya adalah pengembangan pertanian organik.
Sementara itu, terkait dengan pelestarian DAPM, Mbah Kung menyampaikan bahwa menjalankan amanah untuk meningkatkan perekonomian kelompok-kelompok usaha tidak cukup hanya dengan memberikan pinjaman dan menagih angsuran. Ada pekerjaaan yang lebih berat dan itu membutuhkan energi yang besar untuk memperkuat pondasi ekonomi menuju masyarakat sejahtera yaitu menguasai market pasar global, branding produk berkualitas ekspor dan mengasah naluri enterprenenur kepada masyarakat yang selama ini masih terbatas.
Suasana keakraban dalam pemaparan materi tersebut semakin meriah dan gayeng lantaran berbagai humor dan selingan mewarnai diskusi yang hangat. Mbah Kung memang jago stand up comedy. Menutup sesi malam itu, Mbah Kung membuka secara resmi agenda pelatihan tersebut serta berpesan bahwa sebagai pemegang amanah dana pemberdayaan, menyejahterakan masyarakat miskin memang profesi mulia dan harus didukung oleh semua pihak agar semakin berkembang dan bermanfaat luas.(alfa)
































