Ada yang menarik dan unik dengan perayaan 17 Agustus 2016 di Gunung Lawu. Selasa dan Rabu tanggal 16 dan 17 Agustus 2016 Komunitas Anak Gunung Lawu (AGL) Indonesia yang bekerja sama dengan Perhutani Karanganyar mengadakan acara unik yaitu Upacara HUT RI Ke-71 di Puncak Lawu (Telaga Kuning).
Selain upacara bendera juga diadakan bersih-bersih gunung yang diikuti ratusan pendaki dan pecinta alam dari berbagai usia dan daerah asal. Pendakipun bervariasi ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogja, Jakarta, ada juga pendaki luar negeri. Sekitar 500 pendaki memadati jalur pendakian dan puncak Gunung Lawu. Semakin meriah lagi karena acara ini adanya undian berhadiah yang total hadiahnya sampai 10 juta.
Kemeriahan HUT RI-71 di Puncak Lawu diawali pada hari selasa, 16 Agustus 2016 ratusan pendaki melakukan pendakian melalui Pos Cemoro Kandang ada juga yang mendaki pada hari sebelumnya. Diluar itu juga tidak sedikit yang melakukan pendakian lewat Pos Cemoro Sewu dan Candi Cetho. Tetapi pada acara yang digagas kawan-kawan AGL mengharuskan pendaki melakukan keberangkatan dari Pos Cemoro Kandang. Kenapa seperti itu, karena dalam acara ini ada pengundian hadiah yang totalnya cukup besar yaitu 10 juta. Syarat bisa ikut undian berhadiah adalah satu tiket registrasi Pos Cemoro Kandang, stempel panitia Cemoro Kandang, satu kantong sampah yang dibawa dari gunung dapat ditukar dengan satu kupon berhadiah. Adapun hadiah-hadiahnya ada alat-alat outdoor, ada tenda, tas, sepatu, jaket, kaos, buff, dll.
Memanfaatkan Kemeriahan HUT RI-71 di Puncak Lawu, para pendaki mengekpresikan diri menggelar upacara bendera detik-detik proklamasi di Puncak Gunung Lawu yang tepatnya bertempat di Telaga Kuning, selatan Puncak Lawu. Telaga Kuning merupakan tempat yang tepat untuk melalukan upacara bendera, selain tempatnya yang luas dan datar juga pemandangannya bagus dengan background puncak lawu.
Upacara bendera diikuti oleh ratusan pendaki. Selain upacara bendera momen hari kemerdekaan ini juga dimanfaatkan untuk kembali mengingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan alam terutama di Gunung Lawu ini. Pendaki diajak melakukan bersih-bersih di puncak Gunung Lawu dan sepanjang jalur pendakian. Selain itu, dimanfaatkan para pendaki untuk saling bersilaturahmi antar pendaki dan bertukar cerita atau pengalaman.
Berikut ini adalah cuplikan amanat pembina upacara Bapak Rusdianto yang kebetulan juga Ketua Umum AGL Indonesia.
[quote]
Dengan semangat kemerdekaan kami mengajak para pecinta alam untuk lebih dewasa lagi dalam berinteraksi dengan alam. Menumbuhkan kesadaran cinta kepada alam, karena banyak pecinta alam yang merasa bangga sudah berhasil mendaki gunung tetapi dia tidak sadar bahwa apa yang dilakukan di alam itu ada aturan dan tanggung jawabnya. Contohnya masalah sampah semakin banyak pendaki semakin banyak sampah yang ditinggalkan karena kurangnya kesadaran dan tanggung jawab. Oleh karena itu dengan momen kemerdekaan ini yang nanti setelah upacara ini akan diadakan gotong royong bersih gunung mari kita tingkatkan kesadaran kita akan pentingnya cinta terhadap alam. Pecinta alam adalah orang yang benar-benar mencintai alam. Karena mencintai itu tanggung jawabnya besar, mencintai itu harus peduli, perhatian, harus merawat, menjaga. Begitulah realisasi rasa cinta kita kepada Tuhan YME yang telah menciptakan alam ini dengan begitu indahnya.
[/quote]
[columns count=”2″]
[column_item][image src=”http://kampoengngawi.com/images/news/hut-ri-71-gunung-lawu-1.jpg” width=”300″ title=”HUT RI-71 di Puncak Lawu” align=”right”][/column_item]
[column_item][image src=”http://kampoengngawi.com/images/news/hut-ri-71-gunung-lawu-2.jpg” width=”300″ title=”HUT RI-71 di Puncak Lawu” align=”left”][/column_item]
[/columns]
[columns count=”2″]
[column_item][image src=”http://kampoengngawi.com/images/news/hut-ri-71-gunung-lawu-3.jpg” width=”300″ title=”HUT RI-71 di Puncak Lawu” align=”right”][/column_item]
[column_item][image src=”http://kampoengngawi.com/images/news/hut-ri-71-gunung-lawu-4.jpg” width=”300″ title=”HUT RI-71 di Puncak Lawu” align=”left”][/column_item]
[/columns]
Acara ditutup sekitar pukul 11.00. Berangsur-angsur pendaki turun gunung. Di pos Cemoro Kandang sudah menanti pengundian hadiah dengan persyaratan yang harus dipenuhi setiap pendaki. Hal tersebut menambah semangat peserta untuk ikut mengambil sampah yang ada di Puncak dan jalur pendakian. (Tq)
































